Pengakuan Bahlil Soal Sejumlah Wilayah di Aceh Masih Gelap
Jum'at, 19 Desember 2025 - 22:09 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap sejumlah kendala yang menyebabkan pasokan listrik di sejumlah wilayah di Aceh belum pulih. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap sejumlah kendala yang menyebabkan pasokan listrik di sejumlah wilayah di Aceh belum pulih. Menurut Bahlil terhambatnya pemulihan jaringan listrik ini disebabkan oleh tantangan infrastruktur yang belum terselesaikan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025). Ia menjelaskan, terdapat empat kabupaten di Aceh yang tingkat penyalaan listriknya masih di bawah 50% yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
"Ini terjadi bukan karena mesin listriknya, bukan karena power plantnya yang tidak bisa tersupply, tetapi terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah," ungkapnya.
Baca Juga: Disebut Bohongi Presiden, Begini Cerita Bahlil Soal Laporan Kondisi Listrik di Aceh
Menurut Bahlil, sejumlah faktor menjadi penghambat pemulihan, mulai dari kondisi jalan yang baru selesai dibangun hingga wilayah yang masih tergenang banjir. Situasi tersebut membuat penyaluran listrik belum dapat dilakukan secara penuh.
"Jadi andaikan pun kalau itu dihidupkan itu akan berdampak pada keselamatan saudara-saudara kita yang ada di sana. Tapi secara umum untuk Aceh normal, tinggal empat kabupaten tadi, itu masih pemadaman bergilir," tegasnya.
Bahlil menambahkan, pemadaman bergilir juga disebabkan oleh kerusakan infrastruktur seperti jalan dan menara listrik. Beberapa tower yang telah dibangun kembali bahkan sempat roboh akibat terbawa arus banjir.
Baca Juga: Bahlil: Pasokan Listrik di Aceh Hampir Pulih Seperti Sebelum Bencana, Sisa 4 Kabupaten
Pemerintah kata Bahlil, terus berupaya mempercepat pemulihan dengan melibatkan berbagai pihak. Tim PLN, Kementerian ESDM, TNI-Polri, serta masyarakat setempat disebut Bahlil terus bekerja sama dan berkolaborasi untuk menyelesaikan perbaikan infrastruktur kelistrikan.
"Tapi secara big bond daripada Sumatera, kemudian Bireun, kemudian Arun itu semua sudah terhubung. Insyaallah kalau di tower-tower rendah atau tiang-tiang yang rendah infrastrukturnya sudah selesai, maka itu bisa kita selesaikan," pungkasnya.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025). Ia menjelaskan, terdapat empat kabupaten di Aceh yang tingkat penyalaan listriknya masih di bawah 50% yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
"Ini terjadi bukan karena mesin listriknya, bukan karena power plantnya yang tidak bisa tersupply, tetapi terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah," ungkapnya.
Baca Juga: Disebut Bohongi Presiden, Begini Cerita Bahlil Soal Laporan Kondisi Listrik di Aceh
Menurut Bahlil, sejumlah faktor menjadi penghambat pemulihan, mulai dari kondisi jalan yang baru selesai dibangun hingga wilayah yang masih tergenang banjir. Situasi tersebut membuat penyaluran listrik belum dapat dilakukan secara penuh.
"Jadi andaikan pun kalau itu dihidupkan itu akan berdampak pada keselamatan saudara-saudara kita yang ada di sana. Tapi secara umum untuk Aceh normal, tinggal empat kabupaten tadi, itu masih pemadaman bergilir," tegasnya.
Bahlil menambahkan, pemadaman bergilir juga disebabkan oleh kerusakan infrastruktur seperti jalan dan menara listrik. Beberapa tower yang telah dibangun kembali bahkan sempat roboh akibat terbawa arus banjir.
Baca Juga: Bahlil: Pasokan Listrik di Aceh Hampir Pulih Seperti Sebelum Bencana, Sisa 4 Kabupaten
Pemerintah kata Bahlil, terus berupaya mempercepat pemulihan dengan melibatkan berbagai pihak. Tim PLN, Kementerian ESDM, TNI-Polri, serta masyarakat setempat disebut Bahlil terus bekerja sama dan berkolaborasi untuk menyelesaikan perbaikan infrastruktur kelistrikan.
"Tapi secara big bond daripada Sumatera, kemudian Bireun, kemudian Arun itu semua sudah terhubung. Insyaallah kalau di tower-tower rendah atau tiang-tiang yang rendah infrastrukturnya sudah selesai, maka itu bisa kita selesaikan," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :