WTO Putuskan AS Bersalah dalam Perang Dagang, Washington Ngamuk

Rabu, 16 September 2020 - 10:36 WIB
loading...
A A A
Diketahui, Trump kerap menggambarkan WTO sebagai "mengerikan" dan bias terhadap China, dan sering mengancam untuk mundur. Ketika meninggalkan Gedung Putih untuk kampanye-kampanye, Trump mengatakan bahwa dia harus melakukan sesuatu tentang WTO karena lembaga itu menurutnya telah membiarkan China lolos dari kejahatan besar tanpa hukuman.

(Baca Juga: Kandidat Ketua WTO dari Saudi: WTO Perlu Kepemimpinan dan Reformasi)

Trump mengatakan bahwa dirinya perlu melihat lebih lanjut pada putusan tersebut. Akan tetapi, orang nomor satu AS itu menambahkan bahwa dirinya bukan penggemar berat WTO, dan mungkin keputusan lembaga itu sangat membantu pemerintahannya untuk membuat keputusan baru.

Mantan pejabat USTR yang membantu menulis laporan penting tentang pelanggaran kekayaan intelektual China yang mendahului tarif Trump Margaret Cekuta mengatakan, keputusan itu bisa memicu keputusan pemerintahan Trump untuk meninggalkan WTO atau mendukung argumen AS guna mereformasi badan perdagangan berusia 25 tahun tersebut.

"Ini menjadi amunisi bagi pemerintahan (Trump) untuk mengatakan WTO sudah ketinggalan zaman. Jika mereka tidak dapat memutuskan tentang hak kekayaan intelektual, lalu bagaimana posisi mereka dalam perekonomian yang lebih luas ke depan?" kata Cekuta.

Sebagai informasi, Trump yang mengkritik lembaga multilateral, telah keluar dari organisasi budaya PBB, UNESCO, dan juga berencana untuk meninggalkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Rekomendasi
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved