Krisis Mata Uang, Iran Diguncang Protes Massal

Selasa, 30 Desember 2025 - 09:19 WIB
loading...
A A A
Namun, narasi pemerintah tersebut tampaknya tidak meredam kemarahan warga yang mulai menyuarakan perlawanan politik eksplisit. Video yang terverifikasi menunjukkan massa meneriakkan slogan anti-pemerintah di berbagai kota besar. Di pusat Teheran, pasukan keamanan mulai mengerahkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan, sementara di Hamadan, situasi dilaporkan kian mencekam dengan adanya laporan penggunaan senjata api oleh aparat terhadap demonstran.

Baca Juga: Trump Dukung Israel Serang Iran Lagi: 'Harus Serang dengan Keras!'

Ketegangan di dalam negeri kian diperparah oleh situasi geopolitik setelah Presiden terpilih AS, Donald Trump, bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Mar-a-Lago. Dalam pertemuan tersebut, Trump mengeluarkan peringatan keras bahwa ia akan memberikan tindakan militer yang sangat masif jika Iran mencoba menghidupkan kembali program nuklirnya. Ancaman ini menambah ketidakpastian pasar yang sudah tertekan oleh sanksi internasional bertubi-tubi.

Berdasarkan data Pusat Statistik Iran, krisis ekonomi telah mencapai level kritis dengan inflasi point-to-point menyentuh 52,6 persen pada Desember ini. Mantan Wakil Presiden Hossein Marashi bahkan memperingatkan bahwa inflasi bisa melampaui angka 55 persen pada akhir tahun. Para ahli ekonomi turut memberikan peringatan dini mengenai potensi krisis pasokan pangan nasional jika stabilitas mata uang tidak segera tertangani.

Sebagai langkah darurat, Presiden Pezeshkian menunjuk mantan Gubernur Bank Sentral, Abdolnaser Hemmati, untuk menggantikan Mohammad Reza Farzin guna menenangkan pasar. Kendati demikian, langkah tersebut belum menunjukkan hasil signifikan karena para pedagang di Teheran berkomitmen melanjutkan mogok kerja. Sementara itu, kelompok mahasiswa dari berbagai universitas besar dilaporkan tengah mengonsolidasikan kekuatan untuk menggelar demonstrasi susulan yang lebih besar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Ambruk Parah,...
Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas
Rupiah Pagi Ini Ambruk...
Rupiah Pagi Ini Ambruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Apa Pemicunya?
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Rekomendasi
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved