Krisis Mata Uang, Iran Diguncang Protes Massal

Selasa, 30 Desember 2025 - 09:19 WIB
loading...
Krisis Mata Uang, Iran...
Nilai tukar mata uang rial Iran jatuh ke level terendah sepanjang sejarah. FOTO/Aljazeera
A A A
JAKARTA - Gelombang protes massal dan aksi mogok kerja melumpuhkan sebagian besar wilayah Iran selama dua hari berturut-turut hingga Senin waktu setempat. Situasi ini dipicu oleh anjloknya nilai tukar mata uang rial ke level terendah sepanjang sejarah, yang seketika mengubah keresahan ekonomi menjadi demonstrasi anti-pemerintah secara luas. Kondisi yang kian tidak terkendali di pusat kota memaksa aparat keamanan menetapkan status keadaan darurat untuk wilayah Teheran.

Baca Juga: Netanyahu Ingin Menyerang Iran, Trump Menentangnya

Dikutip dari iranintl, kerusuhan bermula pada Minggu saat nilai dolar AS melonjak hingga menyentuh angka 144.000 toman di pasar bebas. Kondisi ini memicu para pedagang di Pasar Agung Teheran yang bersejarah untuk menutup toko mereka dan turun ke jalan sebagai bentuk protes. Aksi mogok kerja ini dengan cepat menjalar dari Pulau Qeshm di wilayah selatan hingga Hamadan di utara, mencerminkan kemarahan kolektif masyarakat atas hancurnya daya beli mereka.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengakui bahwa negaranya saat ini sedang berada dalam kondisi tekanan hebat dari pihak luar. "Negara kita sedang berada dalam situasi perang total dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa. Mereka ingin membuat bangsa kita berlutut melalui tekanan ekonomi yang jauh lebih rumit daripada masa Perang Iran-Irak tahun 1980-an," ujar Pezeshkian dalam wawancara resmi yang dikutip dari laman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved