Panas Bumi Jadi Tulang Punggung Transisi Energi, Analis Nilai Prospek PGEO Positif
Selasa, 30 Desember 2025 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Jeremy menambahkan, karakteristik bisnis panas bumi yang cenderung stabil membuat pertumbuhan pendapatan dan laba PGE relatif lebih konsisten. Ditambah dengan target PGE untuk menjadi 1 GW company melalui pengembangan sejumlah proyek strategis, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang berminat investasi ke sektor energi hijau dengan risiko yang lebih terkendali. Ia juga meyakini peluang pertumbuhan PGE dalam beberapa tahun ke depan akan sangat terbuka.
“Kami melihat dalam tiga tahun ke depan, setidaknya pada 2028, kapasitas PGEO berpotensi mencapai 1 GW. Hal ini dapat mendorong total produksi listrik menjadi sekitar 5.5–6.0 GWh. EBITDA diproyeksikan dapat mencapai US$484 juta pada 2028 (CAGR 2024–2028 sebesar 11%), sementara laba bersih diperkirakan mencapai US$201 juta pada 2028 (CAGR 2024–2028 sebesar 5.8%),” jelasnya.
Baca Juga : Indonesia Bangun Green Hydrogen Berbasis Panas Bumi Pertama di Dunia
Dari sisi fundamental, Jeremy juga menyoroti neraca keuangan PGE yang dinilai masih cukup sehat.
“PGEO memiliki growth story yang jelas dari sisi penambahan kapasitas secara organik. Dari sisi valuasi, PGEO juga masih relatif reasonable dibandingkan pemain panas bumi lainnya di Indonesia. Selain itu, PGEO memiliki neraca yang sehat, dengan gearing ratio di bawah rata-rata industri, sehingga masih memiliki debt head room apabila dibutuhkan untuk ekspansi,” katanya.
“Kami melihat dalam tiga tahun ke depan, setidaknya pada 2028, kapasitas PGEO berpotensi mencapai 1 GW. Hal ini dapat mendorong total produksi listrik menjadi sekitar 5.5–6.0 GWh. EBITDA diproyeksikan dapat mencapai US$484 juta pada 2028 (CAGR 2024–2028 sebesar 11%), sementara laba bersih diperkirakan mencapai US$201 juta pada 2028 (CAGR 2024–2028 sebesar 5.8%),” jelasnya.
Baca Juga : Indonesia Bangun Green Hydrogen Berbasis Panas Bumi Pertama di Dunia
Dari sisi fundamental, Jeremy juga menyoroti neraca keuangan PGE yang dinilai masih cukup sehat.
“PGEO memiliki growth story yang jelas dari sisi penambahan kapasitas secara organik. Dari sisi valuasi, PGEO juga masih relatif reasonable dibandingkan pemain panas bumi lainnya di Indonesia. Selain itu, PGEO memiliki neraca yang sehat, dengan gearing ratio di bawah rata-rata industri, sehingga masih memiliki debt head room apabila dibutuhkan untuk ekspansi,” katanya.
Lihat Juga :