BRICS Lego Obligasi AS Rp482 Triliun, Sinyal Dedolarisasi Menguat
Rabu, 31 Desember 2025 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ukraina Luncurkan 91 Drone Kamikaze ke Kediaman Putin, Rusia Ancam Balas Dendam
Penjualan surat utang AS oleh BRICS juga mencerminkan perubahan struktural dalam manajemen cadangan global. Negara-negara tersebut secara bertahap mendiversifikasi aset cadangan mereka dari instrumen berdenominasi dolar, seiring meningkatnya kebutuhan akan stabilitas moneter jangka panjang.
Selain mengurangi kepemilikan obligasi AS, bank sentral negara-negara BRICS juga tercatat meningkatkan cadangan emas sebagai alternatif aset lindung nilai. Langkah ini memperkuat sinyal bahwa dedolarisasi bukan lagi wacana, melainkan strategi nyata yang terus dijalankan.
Analis ING menilai, meski penjualan obligasi AS oleh BRICS cukup signifikan, dampaknya terhadap pasar global sejauh ini masih dapat diredam karena sebagian besar kekosongan diserap oleh investor sektor swasta. Namun, jika tren ini berlanjut hingga 2026 dan seterusnya, tekanan terhadap dominasi dolar AS dinilai akan semakin terasa.
Penjualan surat utang AS oleh BRICS juga mencerminkan perubahan struktural dalam manajemen cadangan global. Negara-negara tersebut secara bertahap mendiversifikasi aset cadangan mereka dari instrumen berdenominasi dolar, seiring meningkatnya kebutuhan akan stabilitas moneter jangka panjang.
Selain mengurangi kepemilikan obligasi AS, bank sentral negara-negara BRICS juga tercatat meningkatkan cadangan emas sebagai alternatif aset lindung nilai. Langkah ini memperkuat sinyal bahwa dedolarisasi bukan lagi wacana, melainkan strategi nyata yang terus dijalankan.
Analis ING menilai, meski penjualan obligasi AS oleh BRICS cukup signifikan, dampaknya terhadap pasar global sejauh ini masih dapat diredam karena sebagian besar kekosongan diserap oleh investor sektor swasta. Namun, jika tren ini berlanjut hingga 2026 dan seterusnya, tekanan terhadap dominasi dolar AS dinilai akan semakin terasa.
(nng)
Lihat Juga :