Mendulang Cuan lewat Kreatifitas, Produk Inovatif UMKM Binaan IFG Tembus Pasar Global

Jum'at, 02 Januari 2026 - 22:28 WIB
loading...
Mendulang Cuan lewat...
Melalui keterlibatan anak usaha seperti Jasa Raharja dalam program pemberdayaan, IFG ingin mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperkuat mata rantai ekonomi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Berangkat dari dedaunan dan ranting di sekitar lingkungan, Irfan Kristiyanto membuktikan bahwa bahan sederhana berbasis alam bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi yang menembus pasar global , dari Eropa hingga Rusia.

Ia berhasil membuat kain, pakaian, tas, sepatu hingga home decor bercorak alam yang unik dengan merek Jarihitam Ecoprint. Bisnis ini berdiri pada 2018, diawali rasa penasaran Irfan terhadap teknik ecoprint yang kala itu nyaris belum dikenal di Indonesia. Informasi di internet sangat terbatas.

Dengan modal awal sekitar Rp25 juta yang dikumpulkan bertahap, Irfan mulai menekuni ecoprint secara serius. Selama dua bulan penuh, ia bereksperimen dengan teknik, media kain, dan daun.

Baca Juga: IFG Life Gandeng Mandiri Taspen Lindungi Debitur UMKM dan Pensiunan

Melalui uji coba yang dilakukan berkali-kali, dia akhirnya bisa menemukan teknik dan formula yang tepat untuk memanfaatkan bahan baku dari lingkungan di sekitar rumahnya menjadi produk bernilai tinggi. "Saya berpikir ini sangat menarik sekali, karena bahan bakunya dari lingkungan, semuanya ada di sekitar kita. Dan isunya sangat seksi, sampai kapan pun ecoprint tidak akan pernah mati," ujar Irfan.

Sejak awal, Irfan melihat ecoprint bukan sekadar produk, tetapi ekosistem bisnis. Maka tiga bulan memulai bisnis Jarihitam Ecoprint, dia memberanikan diri membuka kelas untuk memperkenalkan ecoprint ke masyarakat sekitar.

Tujuannya, agar bisnis dan alam berkelanjutan. Sebab, penjualan boleh berkembang, tetapi kesinambungan alam harus dijaga. Pola ini pula yang membuat Jarihitam tidak hanya menjual produk, tetapi juga pengetahuan dan pendampingan.

"Ketika saya mengajar dan mengajak orang banyak untuk belajar ecoprint, harapannya banyak orang yang akan menanam. Kita harus menjaga kesinambungan, harus menanam. Saya sebagai mentor menekankan bahwa kita jangan cuman hanya mengambil daun, lalu habis dan pindah tempat. Itu sama saja seperti hama," jelas dia.



Komersialisasi Jarihitam dimulai sejak 2018 lewat pameran-pameran offline. Irfan sengaja tidak langsung masuk pasar online. Menurutnya, ecoprint perlu disentuh dan dirasakan.

Sementara langkahnya ke pasar global pun dimulai saat Dinas Industri Perdagangan Provinsi (Disperindag) Jawa Barat memboyong Jarihitam dalam misi dagang. Dari sana, pintu-pintu ekspor terbuka.

Belgia menjadi negara pertama yang disambangi pada 2018, disusul Perancis dan Jerman pada 2019, lalu Selandia Baru pada 2020. Kerja sama ekspor terpanjang dijalani dengan buyer dari Rusia dengan menjual kain buatannya pada periode 2024-2025, dan masih akan berlanjut.

Seiring meningkatnya permintaan, Irfan sadar ia tak bisa berjalan sendiri. Solusinya bukan pabrik besar, melainkan komunitas. Warga sekitar dilibatkan, mulai dari penjahit hingga penyedia bahan.

Ia juga bekerja sama dengan Koperasi Pemasaran Tlatah Nusantara Raya dan Jasa Raharja, sebagai anggota Holding Indonesia Financial Group (IFG) , memberikan pelatihan kepada para ahli waris korban kecelakaan lalu lintas. Murid-murid ecoprint yang dia dampingi juga menjadi bagian dari rantai produksi.

Melalui Tlatah Nusantara Raya yang memiliki delapan butik di sejumlah hotel di Bandung, produk-produk Jarihitam Ecoprint turut dipasarkan secara berkelanjutan . Sebagai bisnis handmade, Irfan mengaku omzet Jarihitam tidak terlalu besar. Rata-rata berkisar Rp40-50 juta per bulan. Namun baginya, nilai utama bukan sekadar angka, melainkan dampak sosial dan lingkungan.

Hingga kini, permodalan Jarihitam sepenuhnya mandiri, namun Irfan membuka kemungkinan mencari pendanaan lebih besar jika skalanya memang dibutuhkan. Untuk pasar ekspor, ia berharap pintu-pintu baru kembali terbuka. Eropa dan Rusia masih menjadi target, seiring kesiapan bahan baku dan kapasitas produksi berbasis komunitas.

"Tahun depan harapannya, akan terbuka pintu-pintu rezeki yang lain. Dulu saya berpikir kalau dapat order banyak itu akan kewalahan kalau saya kerjakan sendiri. Tapi setelah saya punya banyak murid, berapa pun oder yang masuk, saya siap," kata Irfan.

Kepala Bagian Administrasi Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat, Yudi Wiryawan mengatakan, Jarihitam Ecoprint sebelumnya merupakan salah satu UMKM binaan Jasa Raharja yang berhasil berkembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Rekomendasi
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Berita Terkini
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved