Modus Love Scam Jerat Warga RI, Korban Rugi Nyaris Rp50 Miliar

Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:43 WIB
loading...
Modus Love Scam Jerat...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti maraknya tren kejahatan finansial digital berbasis manipulasi psikologis atau Love Scam. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti maraknya tren kejahatan finansial digital berbasis manipulasi psikologis atau yang dikenal dengan istilah Love Scam. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan modus ini telah menjadi ancaman serius dengan jaringan sindikat internasional yang mulai beroperasi di Indonesia.

Salah satu bukti nyata adalah penggerebekan lokasi sindikat internasional yang baru-baru ini terjadi di Yogyakarta. Kasus ini sejalan dengan kekhawatiran global yang dibahas dalam forum internasional International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Komite 8.

"Yang ini menjadi satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat jumlahnya dan dilakukan secara global oleh sindikat-sindikat tersebut dan terbukti juga di Indonesia yang baru saja kejadian adalah di Yogyakarta dimana kita ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional," ujar Friderica yang kerap disapa Kiki dalam konferensi pers RDKB, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Warga Indonesia Jadi Korban Scam, Kuras Rekening Sampai Rp8,2 Triliun

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sepanjang tahun 2025, jumlah korban dan total kerugian yang diakibatkan oleh modus Love Scam (juga dikenal sebagai Relationship Scam atau Romance Scam) sangat mengkhawatirkan.

"Terkait datanya yang diterima Indonesia Anti Scam Center terkait dengan Love Scam ini di tahun 2025, data sampai dengan akhir tahun lalu Indonesia Anti Scam Center telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat yang terkena scam melalui modus Love Scam ini. dengan total kerugian yang cukup besar yaitu sebesar Rp 49,198 miliar," ungkap Kiki.



Kiki menekankan bahwa selain kehilangan uang dalam jumlah besar, korban juga menderita dampak psikologis yang berat. Hal ini dikarenakan para pelaku memanipulasi emosi korban hingga mereka merasa memiliki hubungan spesial sebelum akhirnya dipersuasi untuk mentransfer uang secara sukarela.

Baca Juga: Pola Scam Makin Beragam, Gen Z Wajib Pahami Modusnya

Menanggapi fenomena tersebut, OJK melalui Satgas PASTI (Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) terus menggencarkan kampanye edukasi lintas kanal. Pesan-pesan anti-scam kini disebarkan melalui media sosial, transportasi massal, hingga pesan langsung di layar ATM dan aplikasi mobile banking.

OJK juga melibatkan Key Opinion Leader (KOL) untuk menjangkau masyarakat lebih luas agar waspada terhadap risiko lintas batas dari para scammer yang beroperasi melalui internet dan aplikasi kencan. "Kami terus mengajak seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati terus meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai hal manipulatif ya terutama terkait Love Scam ini," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pola Scam Makin Beragam,...
Pola Scam Makin Beragam, Gen Z Wajib Pahami Modusnya
Kuasa Hukum Korban Afiliator...
Kuasa Hukum Korban Afiliator Doni Salmanan dan Indra Kenz Sebut Total Kerugian Capai Rp50 Miliar
OJK Cabut Izin Lease...
OJK Cabut Izin Lease Finance Indonesia, Nasib Nasabah Gimana?
Viral Bilang Bank Syariah...
Viral Bilang Bank Syariah Kejam, Jusuf Hamka Minta Maaf
Waspada! Kenali Modus...
Waspada! Kenali Modus Baru Kejahatan Bank Biar Nggak Tertipu
Dituduh Rugikan Nasabah,...
Dituduh Rugikan Nasabah, Bos Bumiputera Sekuritas Dilaporkan ke Polisi
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Ketum DPP KNPI Minta...
Ketum DPP KNPI Minta Kapolri dan Propam Pantau Penanganan Kasus di Tanjungbalai
Kebiasaan Pamer Foto...
Kebiasaan Pamer Foto Anak di Medsos, Studi Sebut Ada Risiko Profiling
Rekomendasi
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved