OKX Rilis Laporan Proof of Reserves, Aset Pengguna Terus Tumbuh dan Likuiditas Kuat
Jum'at, 09 Januari 2026 - 17:40 WIB
loading...
Bursa kripto global OKX kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan keamanan dana nasabah dengan merilis laporan Proof of Reserves (PoR). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bursa kripto global OKX kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan keamanan dana nasabah dengan merilis laporan Proof of Reserves (PoR) terbaru berdasarkan snapshot data per 11 Desember. Laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan stabil pada aset utama pengguna, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan USDT, di tengah dinamika pasar kripto yang beragam.
Data PoR OKX mencerminkan tidak adanya penarikan dana dalam skala besar, sekaligus menandakan tingkat kepercayaan pengguna yang tetap terjaga. Kondisi ini juga memperlihatkan likuiditas platform yang dinilai kuat, seiring konsistensi OKX menjaga cadangan aset pengguna secara penuh dan terverifikasi.
“Laporan Proof of Reserves ke-38 ini kembali menegaskan fokus kami pada transparansi dan perlindungan aset pengguna. Pertumbuhan aset yang stabil, tanpa adanya tekanan penarikan besar, menunjukkan bahwa pengguna tetap percaya pada sistem, likuiditas, dan pendekatan pengelolaan risiko yang kami terapkan,”ujar Ferry, Growth Manager OKX Wallet, dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
“Kami percaya bahwa transparansi yang dapat diverifikasi secara publik adalah fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto secara berkelanjutan, terutama dalam membangun kepercayaan jangka panjang pengguna."
Dalam laporan tersebut, saldo Bitcoin pengguna di OKX tercatat mencapai sekitar 130.507 BTC, meningkat 68 BTC atau 0,05% dibandingkan laporan sebelumnya pada 19 November. Kenaikan moderat ini mencerminkan stabilitas kepemilikan aset, sekaligus menunjukkan tidak adanya arus keluar dana besar yang kerap terjadi saat pasar bergejolak.
Baca Juga: OKX Catatkan Total Aset Pengguna Capai Rp463 Triliun
OKX menegaskan seluruh saldo Bitcoin pengguna didukung sepenuhnya oleh cadangan on-chain dengan rasio di atas 100%, sesuai prinsip one-to-one backing. Data ini mengindikasikan bahwa pengguna memilih tetap menyimpan asetnya di platform, alih-alih memindahkannya ke dompet pribadi.
Sementara itu, Ethereum mencatat pertumbuhan yang lebih signifikan. Total kepemilikan ETH pengguna di OKX meningkat menjadi sekitar 1,645 juta ETH, atau naik 34.431 ETH atau 2,14% dibandingkan laporan sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan berkembangnya aktivitas di ekosistem Ethereum, mulai dari staking, DeFi, NFT, hingga solusi Layer-2.
Likuiditas juga tercermin dari kenaikan saldo USDT pengguna yang mencapai sekitar 11,185 miliar USDT, atau bertambah sekitar 454 juta USDT atau 4,23% dalam waktu kurang dari satu bulan. Peningkatan kepemilikan stablecoin ini menunjukkan preferensi pengguna untuk menjaga fleksibilitas transaksi di tengah volatilitas pasar, seiring kenaikan kepemilikan token OKB sekitar 1,08%.
Baca Juga: Naik 75%, OKX Catat Total Aset Pelanggan USD35,4 Miliar
OKX secara konsisten menerbitkan laporan Proof of Reserves bulanan yang memungkinkan publik melakukan verifikasi mandiri atas cadangan aset pengguna. Data Desember tersebut menunjukkan perilaku pasar yang relatif tenang, dengan pengguna tetap aktif mempertahankan eksposur pada aset kripto utama dan likuiditas platform yang tetap terjaga.
Data PoR OKX mencerminkan tidak adanya penarikan dana dalam skala besar, sekaligus menandakan tingkat kepercayaan pengguna yang tetap terjaga. Kondisi ini juga memperlihatkan likuiditas platform yang dinilai kuat, seiring konsistensi OKX menjaga cadangan aset pengguna secara penuh dan terverifikasi.
“Laporan Proof of Reserves ke-38 ini kembali menegaskan fokus kami pada transparansi dan perlindungan aset pengguna. Pertumbuhan aset yang stabil, tanpa adanya tekanan penarikan besar, menunjukkan bahwa pengguna tetap percaya pada sistem, likuiditas, dan pendekatan pengelolaan risiko yang kami terapkan,”ujar Ferry, Growth Manager OKX Wallet, dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
“Kami percaya bahwa transparansi yang dapat diverifikasi secara publik adalah fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto secara berkelanjutan, terutama dalam membangun kepercayaan jangka panjang pengguna."
Dalam laporan tersebut, saldo Bitcoin pengguna di OKX tercatat mencapai sekitar 130.507 BTC, meningkat 68 BTC atau 0,05% dibandingkan laporan sebelumnya pada 19 November. Kenaikan moderat ini mencerminkan stabilitas kepemilikan aset, sekaligus menunjukkan tidak adanya arus keluar dana besar yang kerap terjadi saat pasar bergejolak.
Baca Juga: OKX Catatkan Total Aset Pengguna Capai Rp463 Triliun
OKX menegaskan seluruh saldo Bitcoin pengguna didukung sepenuhnya oleh cadangan on-chain dengan rasio di atas 100%, sesuai prinsip one-to-one backing. Data ini mengindikasikan bahwa pengguna memilih tetap menyimpan asetnya di platform, alih-alih memindahkannya ke dompet pribadi.
Sementara itu, Ethereum mencatat pertumbuhan yang lebih signifikan. Total kepemilikan ETH pengguna di OKX meningkat menjadi sekitar 1,645 juta ETH, atau naik 34.431 ETH atau 2,14% dibandingkan laporan sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan berkembangnya aktivitas di ekosistem Ethereum, mulai dari staking, DeFi, NFT, hingga solusi Layer-2.
Likuiditas juga tercermin dari kenaikan saldo USDT pengguna yang mencapai sekitar 11,185 miliar USDT, atau bertambah sekitar 454 juta USDT atau 4,23% dalam waktu kurang dari satu bulan. Peningkatan kepemilikan stablecoin ini menunjukkan preferensi pengguna untuk menjaga fleksibilitas transaksi di tengah volatilitas pasar, seiring kenaikan kepemilikan token OKB sekitar 1,08%.
Baca Juga: Naik 75%, OKX Catat Total Aset Pelanggan USD35,4 Miliar
OKX secara konsisten menerbitkan laporan Proof of Reserves bulanan yang memungkinkan publik melakukan verifikasi mandiri atas cadangan aset pengguna. Data Desember tersebut menunjukkan perilaku pasar yang relatif tenang, dengan pengguna tetap aktif mempertahankan eksposur pada aset kripto utama dan likuiditas platform yang tetap terjaga.
(nng)
Lihat Juga :