Insentif Dicabut, Pasar Kendaraan Listrik Terancam Mati Suri
Kamis, 15 Januari 2026 - 22:34 WIB
loading...
A
A
A
“Ketika pemerintah memberikan insentif pajak, kondisinya berubah drastis. Harga yang lebih terjangkau, ditambah fitur dan desain yang kekinian, membuat penjualan EV meningkat signifikan,” ujar Bebin.
Nah tren positif itu kini terancam karena harga kendaraan listrik akan melonjak seiring hilangnya dukungan fiskal. Alhasil bisa membuat pasar kembali lesu. Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM
“Dalam situasi ketidakpastian seperti ini, konsumen cenderung menunda pembelian sambil menunggu apakah EV masih menarik secara harga dan manfaat,” tegasnya.
Urgensi dukungan terhadap kendaraan rendah emisi semakin penting mengingat sektor transportasi masih menjadi penyumbang utama emisi karbon. Diperparah lagi oleh kualitas BBM nasional yang tertinggal dibanding negara-negara tetangga.
“Jika pemerintah serius mengejar target NZE, perlu ada kebijakan baru sebagai pengganti insentif sebelumnya. Termasuk membuka ruang lebih besar bagi kendaraan hybrid yang terbukti mampu menghemat BBM sekaligus menekan emisi secara nyata,” pungkasnya.
Nah tren positif itu kini terancam karena harga kendaraan listrik akan melonjak seiring hilangnya dukungan fiskal. Alhasil bisa membuat pasar kembali lesu. Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM
“Dalam situasi ketidakpastian seperti ini, konsumen cenderung menunda pembelian sambil menunggu apakah EV masih menarik secara harga dan manfaat,” tegasnya.
Urgensi dukungan terhadap kendaraan rendah emisi semakin penting mengingat sektor transportasi masih menjadi penyumbang utama emisi karbon. Diperparah lagi oleh kualitas BBM nasional yang tertinggal dibanding negara-negara tetangga.
“Jika pemerintah serius mengejar target NZE, perlu ada kebijakan baru sebagai pengganti insentif sebelumnya. Termasuk membuka ruang lebih besar bagi kendaraan hybrid yang terbukti mampu menghemat BBM sekaligus menekan emisi secara nyata,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :