Gaet Investasi, Danantara Susun Strategi di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:09 WIB
loading...
Gaet Investasi, Danantara...
Danantara menegaskan konflik dan ketegangan geopolitik global turut memberi dampak terhadap minat investasi. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengakui bahwa konflik dan ketegangan geopolitik global turut memberi dampak terhadap minat investasi, termasuk ke Indonesia. Sebab sebagian besar faktor eksternal tersebut berada di luar kendali pemerintah.

Rosan mencontohkan, eskalasi konflik antarnegara seperti keterlibatan Amerika Serikat dengan Venezuela merupakan dinamika global yang tidak dapat dikendalikan Indonesia. Situasi tersebut berpotensi mempengaruhi iklim investasi karena negara-negara yang tengah disibukkan oleh persoalan internal cenderung menurunkan fokus terhadap ekspansi investasi ke luar negeri.

"Kalau ditanya apakah ada dampaknya ya pastinya ada lah ke investasi. Misalnya, US menyerang Venezuela, kan di luar kontrol kita. Tapi yang di dalam kontrol kita itu yang coba kita selalu perbaiki. Terutama dari segi regulasi dan juga kebijakan (dalam negeri) supaya menjadi environment friendly untuk investasi," ujarnya saat ditemui usai paparan realisasi investasi 2025, dikutip Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Tensi Geopolitik Memanas, Harga Emas Diprediksi Tembus Rp2,8 Juta Pekan Depan

Namun, menurut Rosan, pemerintah dan BPI Danantara memilih untuk memusatkan perhatian pada faktor-faktor yang berada dalam kendali domestik, terutama melalui perbaikan regulasi dan kebijakan agar semakin ramah terhadap investor. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan investasi yang lebih kondusif dan menekan tingkat ketidakpastian.

Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya investor memahami adanya risiko dalam setiap keputusan penanaman modal. Akan tetapi, yang paling dihindari investor adalah ketidakpastian yang tinggi karena sulit diukur dari sisi mitigasi risiko. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memperkecil ruang ketidakpastian melalui kepastian regulasi dan kebijakan.

"Pada saat mereka investasi mereka tau kok resiko-resikonya apa saja yang harus diperlukan. Tapi yang mereka tidak suka apabila ketidakpastiannya itu tinggi. Itu susah diukur oleh mereka dari segi mitigasi resikonya." sambungnya.



Di tengah tekanan global, Rosan menilai penyebaran investasi di Indonesia selama ini sudah berjalan cukup baik. Negara-negara mitra juga dinilai masih menunjukkan komitmen yang kuat untuk berinvestasi. Komunikasi intensif terus dilakukan, baik melalui pertemuan langsung, pertemuan daring, kunjungan delegasi ke Indonesia, maupun kunjungan pemerintah ke luar negeri, untuk mendengar langsung kebutuhan investor dan hal-hal yang perlu ditingkatkan. "Memang harus kerja keras ya. Ini tim saya, pak Wamen, Pak Ses, Deputi saya, ini kerjanya harus lebih keras lagi," lanjutnya.

Baca Juga: Risiko Geopolitik Meningkat, Airlangga Tekankan Pentingnya Kemandirian Pangan

Selain tantangan global, Rosan juga menyoroti persaingan antarnegara dalam menarik investasi. Ia menyebut Indonesia kini berkompetisi dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, termasuk dalam menarik investasi pusat data (data center) yang saat ini menjadi sektor strategis.

Meski begitu, Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan, antara lain harga listrik yang relatif lebih kompetitif, bonus demografi, serta stabilitas nasional yang tetap terjaga. Menurut Rosan, penguatan kualitas talenta dalam negeri menjadi pekerjaan rumah penting agar keunggulan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan berbagai langkah tersebut, Rosan menyampaikan optimismenya bahwa investasi ke Indonesia akan terus berjalan dan meningkat sesuai target, meskipun dibayangi ketegangan politik global. Ia menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintah harus bekerja lebih keras untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan iklim investasi tetap stabil dan menarik. "Stabilitas di negara kita juga sangat-sangat bagus, sangat-sangat terjaga. Jadi ya itu semua yang kita tidak boleh terlena tapi terus kita tingkatkan," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Pangkas Ratusan Entitas...
Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Terobosan Rosan Roeslani Tuai Dukungan Akademisi
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Rekomendasi
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Senator: Tambahan Penerima...
Senator: Tambahan Penerima Bantuan Pangan Harus Diiringi Penguatan Data dan Pemberdayaan Masyarakat
Berita Terkini
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved