Gelar Festival Nanas, Wamen Viva Yoga Dorong Jadi Komoditas Unggulan dari Kawasan Transmigrasi
Senin, 19 Januari 2026 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
Viva Yoga juga mengapresiasi Kampar sebagai sentra nanas dengan tiga desa utama, yakni Rimbo Panjang, Pagaruyung, dan Kualu Nenas, yang memiliki ribuan hektare lahan. Untuk memperkuat pemberdayaan, BPPMT Pekanbaru menggelar Festival Nanas bertema Pengembangan Komoditas Nanas sebagai Produk Unggulan di Kawasan Transmigrasi, yang menampilkan berbagai olahan seperti sirup, dodol, keripik, dan jajanan tradisional berbahan nanas.
Sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan, Kementerian Transmigrasi merencanakan pembangunan rumah produksi nanas. "Sebagai bukti dari keseriusan program ini, hari ini pula kita resmikan Pusat Edukasi Nanas Moris," ujar Viva Yoga.
Baca Juga: Kementrans Salurkan 1.700 Paket Sembako Presiden ke Warga Kawasan Transmigrasi Barelang
Pusat edukasi yang berada di area belakang BPPMT Pekanbaru itu diharapkan menjadi sarana pelatihan bagi calon transmigran. "Mereka akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi sehingga komoditas nanas akan tumbuh di mana-mana," ujarnya. "Pengembangan nanas secara menyeluruh akan menjadi bagian yang sangat penting di dalam pengembangan ekonomi masyarakat," tambah mantan Presidium MN KAHMI itu.
Sementara itu, Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir menyebut nanas memiliki keunggulan adaptif karena dapat ditanam di lahan tandus, gambut, maupun tanah kurang subur. "Sebagai produk unggulan maka nanas kita jadikan maskot BPPMT Pekanbaru," tegasnya. Adapun menurut Sendo, nanas moris unggul karena rasanya manis, harum, tahan hama, dan mampu bertahan hingga satu minggu pascapanen.
Sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan, Kementerian Transmigrasi merencanakan pembangunan rumah produksi nanas. "Sebagai bukti dari keseriusan program ini, hari ini pula kita resmikan Pusat Edukasi Nanas Moris," ujar Viva Yoga.
Baca Juga: Kementrans Salurkan 1.700 Paket Sembako Presiden ke Warga Kawasan Transmigrasi Barelang
Pusat edukasi yang berada di area belakang BPPMT Pekanbaru itu diharapkan menjadi sarana pelatihan bagi calon transmigran. "Mereka akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi sehingga komoditas nanas akan tumbuh di mana-mana," ujarnya. "Pengembangan nanas secara menyeluruh akan menjadi bagian yang sangat penting di dalam pengembangan ekonomi masyarakat," tambah mantan Presidium MN KAHMI itu.
Sementara itu, Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir menyebut nanas memiliki keunggulan adaptif karena dapat ditanam di lahan tandus, gambut, maupun tanah kurang subur. "Sebagai produk unggulan maka nanas kita jadikan maskot BPPMT Pekanbaru," tegasnya. Adapun menurut Sendo, nanas moris unggul karena rasanya manis, harum, tahan hama, dan mampu bertahan hingga satu minggu pascapanen.
(nng)
Lihat Juga :