Lampaui Target, Investasi Riil Rp69 Triliun Mengalir ke Batam
Selasa, 20 Januari 2026 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Penguatan struktur investasi itu ditopang oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis menyampaikan, bahwa berdasarkan laporan investasi yang disampaikan secara nasional, realisasi investasi Batam mencapai Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau 118,97%.
Secara year-on-year, PMDN meningkat 125,90%, dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025, sementara penanaman modal asing (PMA) juga naik menjadi Rp25,58 triliun. “Lonjakan PMDN menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik serta kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional-penyangga penting di tengah volatilitas global,” ujar Fary.
Baca Juga: Dua Kawasan Perdagangan Bebas dan KEK, Dorong Peningkatan Investasi di Batam
Dari perspektif makro, capaian ini berlangsung ketika banyak ekonomi menghadapi pengetatan likuiditas dan penataan ulang rantai pasok. Dalam konteks tersebut, kemampuan Batam mempertahankan momentum investasi menandakan keunggulan struktural sebagai lokasi produksi yang efisien, dekat pasar regional, dan didukung infrastruktur industri yang relatif matang.
Sebagai penutup, BP Batam menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang benar-benar berlangsung di lapangan, seiring meningkatnya belanja modal dan penguatan kapasitas produksi pelaku usaha. Metode pengukuran ini menangkap realisasi investasi yang diwujudkan dalam aset produktif -seperti mesin, peralatan industri, dan fasilitas produksi- yang digunakan langsung dalam kegiatan usaha.
Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pembentukan kapasitas ekonomi di Batam. Dengan dasar itu, realisasi investasi 2025 tercatat Rp69,30 triliun, meningkat dari posisi hingga triwulan III sebesar Rp54,7 triliun dan berada sekitar 15% di atas target tahunan-menegaskan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bersifat nominal, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata bagi struktur industri kawasan.
Secara year-on-year, PMDN meningkat 125,90%, dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025, sementara penanaman modal asing (PMA) juga naik menjadi Rp25,58 triliun. “Lonjakan PMDN menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik serta kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional-penyangga penting di tengah volatilitas global,” ujar Fary.
Baca Juga: Dua Kawasan Perdagangan Bebas dan KEK, Dorong Peningkatan Investasi di Batam
Dari perspektif makro, capaian ini berlangsung ketika banyak ekonomi menghadapi pengetatan likuiditas dan penataan ulang rantai pasok. Dalam konteks tersebut, kemampuan Batam mempertahankan momentum investasi menandakan keunggulan struktural sebagai lokasi produksi yang efisien, dekat pasar regional, dan didukung infrastruktur industri yang relatif matang.
Sebagai penutup, BP Batam menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang benar-benar berlangsung di lapangan, seiring meningkatnya belanja modal dan penguatan kapasitas produksi pelaku usaha. Metode pengukuran ini menangkap realisasi investasi yang diwujudkan dalam aset produktif -seperti mesin, peralatan industri, dan fasilitas produksi- yang digunakan langsung dalam kegiatan usaha.
Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pembentukan kapasitas ekonomi di Batam. Dengan dasar itu, realisasi investasi 2025 tercatat Rp69,30 triliun, meningkat dari posisi hingga triwulan III sebesar Rp54,7 triliun dan berada sekitar 15% di atas target tahunan-menegaskan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bersifat nominal, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata bagi struktur industri kawasan.
(akr)
Lihat Juga :