IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Rabu, 21 Januari 2026 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyatakan perekonomian global menunjukkan ketahanan yang luar biasa dan bahkan melampaui proyeksi yang dibuat sebelum gejolak tarif perdagangan pada 2025.
Dari 30 negara yang tercakup dalam laporan WEO Update Januari 2026, Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Proyeksi 5,1% hanya berada di bawah beberapa negara seperti India (6,4%) dan Filipina (5,6%), serta lebih tinggi dibandingkan China (4,5%) dan Malaysia (4,3%).
Baca Juga: Warning Bank Dunia: Banjir Sumatera Ancaman Serius bagi Ekonomi RI
Di tengah optimisme tersebut, World Economic Forum (WEF) dalam Global Risks Report 2026 mengidentifikasi lima risiko utama yang dihadapi Indonesia pada periode 2026–2028. Pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja menempati posisi teratas, disusul ketidakcukupan infrastruktur publik dan perlindungan sosial, dampak negatif teknologi AI, ancaman resesi ekonomi, serta inflasi. Sementara itu, IMF memproyeksikan inflasi global akan menurun dari 4,1% pada 2025 menjadi 3,8% pada 2026 dan kembali melandai ke 3,4% pada 2027.
Dari 30 negara yang tercakup dalam laporan WEO Update Januari 2026, Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Proyeksi 5,1% hanya berada di bawah beberapa negara seperti India (6,4%) dan Filipina (5,6%), serta lebih tinggi dibandingkan China (4,5%) dan Malaysia (4,3%).
Baca Juga: Warning Bank Dunia: Banjir Sumatera Ancaman Serius bagi Ekonomi RI
Di tengah optimisme tersebut, World Economic Forum (WEF) dalam Global Risks Report 2026 mengidentifikasi lima risiko utama yang dihadapi Indonesia pada periode 2026–2028. Pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja menempati posisi teratas, disusul ketidakcukupan infrastruktur publik dan perlindungan sosial, dampak negatif teknologi AI, ancaman resesi ekonomi, serta inflasi. Sementara itu, IMF memproyeksikan inflasi global akan menurun dari 4,1% pada 2025 menjadi 3,8% pada 2026 dan kembali melandai ke 3,4% pada 2027.
(nng)
Lihat Juga :