Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Lapak Pasar Kosong Melompong
Kamis, 22 Januari 2026 - 12:47 WIB
loading...
Aksi mogok jualan pedagang daging sapi se-Jabodetabek pada hari ini membuat para pembeli kerepotan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Aksi mogok jualan pedagang daging sapi se-Jabodetabek membuat sejumlah pasar tradisional di Jakarta kosong dari aktivitas perdagangan daging. Pantauan di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026) seluruh kios daging tampak tutup dan tidak ada aktivitas jual beli.
Kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku kesulitan mendapatkan daging, meski telah berkeliling ke beberapa pasar. Bahkan ada yang mendatangi hingga enam lokasi berbeda, namun tetap tidak menemukan pedagang yang berjualan.
Baca Juga: APDI dan Ikappi Minta Pemerintah Turun Tangan Kendalikan Harga Daging
"Saya nyari daging dari pasar Rawamangun, pasar Ampera, pasar Rawasari, tadi ke Sumber Batu, tutup semua. Saya sudah ke 6 lokasi tutup semua. Sulit banget cari daging," kata Anton, salah satu pembeli.
Keluhan serupa disampaikan Herman, pembeli daging yang juga pengusaha warung makan padang. Ia mengaku kerepotan dengan situasi ini, mengingat menu utama di warung makannya berbahan dasar daging.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Impor Sapi Australia demi Jaga Stabilisasi Harga Daging
"Gak ada yang dijual hari ini. Saya jualan nasi, harus pasti pakai daging. Saya juga gak tau (harus bagaimana) kalau hari ini gak ada yang jualan. Kalau warung padang tidak ada daging repot," keluhnya.
Untuk diketahui, aksi mogok jualan ini dilakukan para pedagang sebagai bentuk protes atas tingginya harga sapi lokal di tingkat distributor. Para pedagang menilai kenaikan harga tersebut tidak sebanding dengan daya beli konsumen di pasar.
Kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku kesulitan mendapatkan daging, meski telah berkeliling ke beberapa pasar. Bahkan ada yang mendatangi hingga enam lokasi berbeda, namun tetap tidak menemukan pedagang yang berjualan.
Baca Juga: APDI dan Ikappi Minta Pemerintah Turun Tangan Kendalikan Harga Daging
"Saya nyari daging dari pasar Rawamangun, pasar Ampera, pasar Rawasari, tadi ke Sumber Batu, tutup semua. Saya sudah ke 6 lokasi tutup semua. Sulit banget cari daging," kata Anton, salah satu pembeli.
Keluhan serupa disampaikan Herman, pembeli daging yang juga pengusaha warung makan padang. Ia mengaku kerepotan dengan situasi ini, mengingat menu utama di warung makannya berbahan dasar daging.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Impor Sapi Australia demi Jaga Stabilisasi Harga Daging
"Gak ada yang dijual hari ini. Saya jualan nasi, harus pasti pakai daging. Saya juga gak tau (harus bagaimana) kalau hari ini gak ada yang jualan. Kalau warung padang tidak ada daging repot," keluhnya.
Untuk diketahui, aksi mogok jualan ini dilakukan para pedagang sebagai bentuk protes atas tingginya harga sapi lokal di tingkat distributor. Para pedagang menilai kenaikan harga tersebut tidak sebanding dengan daya beli konsumen di pasar.
(akr)
Lihat Juga :