Lampaui Temasek, Danantara Targetkan Indonesia Jadi Raksasa Investasi Dunia di 2028
Kamis, 22 Januari 2026 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
"Danantara adalah raksasa yang baru dibangunkan. Saat ini, teman-teman di Danantara sedang menyusun portofolio proyek yang menarik untuk ditawarkan kepada investor dari Amerika Serikat hingga Timur Tengah. Hasil signifikan diprediksi baru akan terlihat pada tahun 2028 saat proyek-proyek tersebut mulai berjalan," tuturnya.
Baca Juga: Hadir Perdana di WEF 2026, Danantara Bakal Tawarkan Investor Akses Mineral Kritis
Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah masalah kedaulatan ekonomi. Sesuai arahan Presiden, dalam setiap kerja sama investasi, Indonesia wajib memegang kepemilikan mayoritas sebesar 51 persen. Hal ini dilakukan agar pemerintah tetap memiliki kendali penuh dan memastikan dampak investasi mengalir hingga ke daerah.
Namun demikian, Anggito memberikan catatan kritis mengenai penguatan tata kelola (governance) dan kualitas sumber daya manusia. Sebagai institusi yang baru lahir, Danantara memerlukan jaringan luas dan ketelitian tingkat tinggi agar benar-benar menjadi titik terang dalam skema investment-led growth di Indonesia.
"Ini adalah titik terang dalam ekonomi kita, sebuah investment-led growth. Namun, kita harus bersabar karena proses ini adalah terowongan panjang yang membutuhkan ketelitian dalam pengelolaannya," tutup Anggito.
Baca Juga: Hadir Perdana di WEF 2026, Danantara Bakal Tawarkan Investor Akses Mineral Kritis
Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah masalah kedaulatan ekonomi. Sesuai arahan Presiden, dalam setiap kerja sama investasi, Indonesia wajib memegang kepemilikan mayoritas sebesar 51 persen. Hal ini dilakukan agar pemerintah tetap memiliki kendali penuh dan memastikan dampak investasi mengalir hingga ke daerah.
Namun demikian, Anggito memberikan catatan kritis mengenai penguatan tata kelola (governance) dan kualitas sumber daya manusia. Sebagai institusi yang baru lahir, Danantara memerlukan jaringan luas dan ketelitian tingkat tinggi agar benar-benar menjadi titik terang dalam skema investment-led growth di Indonesia.
"Ini adalah titik terang dalam ekonomi kita, sebuah investment-led growth. Namun, kita harus bersabar karena proses ini adalah terowongan panjang yang membutuhkan ketelitian dalam pengelolaannya," tutup Anggito.
(nng)
Lihat Juga :