Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Mengapa Gadai Menjadi Solusi Utama Masyarakat Indonesia?
Kamis, 29 Januari 2026 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
“Sebenarnya gak nyangka juga kalau kenaikan harga emas akan se-signifikan ini. Selain sedang hitung-hitung dana untuk sekolah anak, saya dan suami juga mulai memikirkan untuk membuka satu gerai kecil lagi dengan gadai emas yang kami miliki,” tambah Lia.
Di Pegadaian, masyarakat dapat membawa aset berharga seperti emas, perhiasan, atau barang elektronik, masyarakat bisa mendapatkan dana cair dalam hitungan menit. Kecepatan inilah yang mencegah masyarakat jatuh ke jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang justru mencekik dengan bunga tinggi. Saat ditemui, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti mengungkapkan bagaimana posisi Pegadaian dalam mendukung ekonomi masyarakat.
“Gadai tentu menjadi produk andalan yang harapannya dapat membantu ekonomi masyarakat. Jika sedang butuh dana cair masyarakat dapat langsung menggadaikan harta benda yang dimiliki seperti emas, peralatan rumah tangga hingga barang elektronik, dan melunasi di kemudian hari, tanpa harus kehilangan harta yang dimiliki. Layanan gadai di Pegadaian mulai dari pinjaman Rp 50.000, sebagai bentuk public service obligation dan sekaligus inklusifitas layanan yang menjangkau semua kalangan. Uangnya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, hingga modal usaha bagi pelaku UMKM,” ujar Selfie.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, kendala klasik yang selalu dihadapi adalah akses modal kerja. Di sinilah Pegadaian memainkan peran strategisnya. Banyak pelaku usaha menggunakan skema gadai, sebagai "modal putar". Bahkan secara rutin Pegadaian mengadakan program Gadai Peduli, yakni layanan gadai dengan bunga 0% atau gadai bebas bunga, dengan pinjaman mulai dari Rp 50 ribu - Rp 2,5 juta, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam mendukung perekonomian kerakyatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Emas dipilih karena nilainya yang stabil dan safe haven. Dengan menggadaikan emas, pelaku usaha mendapatkan modal kerja tanpa harus kehilangan aset investasinya. Begitu usaha mendapatkan keuntungan, mereka menebus kembali emas tersebut. Siklus ini menciptakan kemandirian finansial yang berkelanjutan, di mana aset tidak habis terjual, namun tetap bisa produktif menghasilkan modal.
Di Pegadaian, masyarakat dapat membawa aset berharga seperti emas, perhiasan, atau barang elektronik, masyarakat bisa mendapatkan dana cair dalam hitungan menit. Kecepatan inilah yang mencegah masyarakat jatuh ke jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang justru mencekik dengan bunga tinggi. Saat ditemui, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti mengungkapkan bagaimana posisi Pegadaian dalam mendukung ekonomi masyarakat.
“Gadai tentu menjadi produk andalan yang harapannya dapat membantu ekonomi masyarakat. Jika sedang butuh dana cair masyarakat dapat langsung menggadaikan harta benda yang dimiliki seperti emas, peralatan rumah tangga hingga barang elektronik, dan melunasi di kemudian hari, tanpa harus kehilangan harta yang dimiliki. Layanan gadai di Pegadaian mulai dari pinjaman Rp 50.000, sebagai bentuk public service obligation dan sekaligus inklusifitas layanan yang menjangkau semua kalangan. Uangnya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, hingga modal usaha bagi pelaku UMKM,” ujar Selfie.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, kendala klasik yang selalu dihadapi adalah akses modal kerja. Di sinilah Pegadaian memainkan peran strategisnya. Banyak pelaku usaha menggunakan skema gadai, sebagai "modal putar". Bahkan secara rutin Pegadaian mengadakan program Gadai Peduli, yakni layanan gadai dengan bunga 0% atau gadai bebas bunga, dengan pinjaman mulai dari Rp 50 ribu - Rp 2,5 juta, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam mendukung perekonomian kerakyatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Emas dipilih karena nilainya yang stabil dan safe haven. Dengan menggadaikan emas, pelaku usaha mendapatkan modal kerja tanpa harus kehilangan aset investasinya. Begitu usaha mendapatkan keuntungan, mereka menebus kembali emas tersebut. Siklus ini menciptakan kemandirian finansial yang berkelanjutan, di mana aset tidak habis terjual, namun tetap bisa produktif menghasilkan modal.
Lihat Juga :