Tren Belanja Lebaran 2026 Diprediksi Berubah, Makin Hemat dan Terukur
Jum'at, 30 Januari 2026 - 09:52 WIB
loading...
Pola belanja Lebaran 2026 diprediksi mengalami pergeseran dengan konsumen semakin selektif dan lebih mengutamakan fungsi serta kebutuhan barang. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan konsumsi diperkirakan tetap mendorong aktivitas belanja masyarakat pada 2026. Namun, pola belanja dinilai mengalami pergeseran, dengan konsumen semakin selektif dan lebih mengutamakan fungsi serta kebutuhan barang.
Tren tersebut tercermin dari kecenderungan masyarakat yang mulai berbelanja lebih awal dan terencana, tidak lagi terpusat menjelang hari raya. Konsumen juga dinilai lebih aktif memanfaatkan berbagai promosi dan penawaran bernilai guna menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi saat ini.
"Kami melihat bahwa konsumen semakin bijak dalam berbelanja. Prioritas pemenuhan kebutuhan rumah tangga kini dibarengi dengan pertimbangan fungsi, relevansi, dan fleksibilitas produk," ujar Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Lion Parcel Catat 5.000 Pendaftar Mitra Agen Baru Tiap Bulan
Edwin memproyeksikan peningkatan aktivitas belanja terutama pada produk penunjang kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dapur, serta berbagai item yang mendukung momen kebersamaan keluarga. Kendati demikian, pola konsumsi tersebut cenderung lebih merata sepanjang periode menjelang Lebaran, bukan hanya mendekati hari raya.
Memasuki 2026, MR.D.I.Y. Indonesia juga mencermati pertumbuhan belanja konsumen yang semakin menyebar di berbagai wilayah, tidak lagi terpusat di kota-kota besar. Sepanjang 2025, perusahaan membuka lebih dari 270 toko baru di seluruh Indonesia, termasuk peresmian toko ke-1.200 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga: Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap Penjualan
Selama 2025, peningkatan belanja tercatat signifikan di wilayah tier 2 dan tier 3, dengan kategori perlengkapan rumah tangga tetap menjadi kebutuhan utama konsumen lintas daerah. Hal ini menunjukkan kuatnya permintaan terhadap produk yang fungsional dan relevan bagi kebutuhan sehari-hari.
"Permintaan yang semakin merata di berbagai wilayah menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia kini memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang semakin serupa terhadap produk rumah tangga yang fungsional dan bernilai," tandasnya.
Tren tersebut tercermin dari kecenderungan masyarakat yang mulai berbelanja lebih awal dan terencana, tidak lagi terpusat menjelang hari raya. Konsumen juga dinilai lebih aktif memanfaatkan berbagai promosi dan penawaran bernilai guna menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi saat ini.
"Kami melihat bahwa konsumen semakin bijak dalam berbelanja. Prioritas pemenuhan kebutuhan rumah tangga kini dibarengi dengan pertimbangan fungsi, relevansi, dan fleksibilitas produk," ujar Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Lion Parcel Catat 5.000 Pendaftar Mitra Agen Baru Tiap Bulan
Edwin memproyeksikan peningkatan aktivitas belanja terutama pada produk penunjang kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dapur, serta berbagai item yang mendukung momen kebersamaan keluarga. Kendati demikian, pola konsumsi tersebut cenderung lebih merata sepanjang periode menjelang Lebaran, bukan hanya mendekati hari raya.
Memasuki 2026, MR.D.I.Y. Indonesia juga mencermati pertumbuhan belanja konsumen yang semakin menyebar di berbagai wilayah, tidak lagi terpusat di kota-kota besar. Sepanjang 2025, perusahaan membuka lebih dari 270 toko baru di seluruh Indonesia, termasuk peresmian toko ke-1.200 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga: Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap Penjualan
Selama 2025, peningkatan belanja tercatat signifikan di wilayah tier 2 dan tier 3, dengan kategori perlengkapan rumah tangga tetap menjadi kebutuhan utama konsumen lintas daerah. Hal ini menunjukkan kuatnya permintaan terhadap produk yang fungsional dan relevan bagi kebutuhan sehari-hari.
"Permintaan yang semakin merata di berbagai wilayah menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia kini memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang semakin serupa terhadap produk rumah tangga yang fungsional dan bernilai," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :