Koreksi Tajam IHSG, Alarm Keras Krisis Kepercayaan Investor Global
Jum'at, 30 Januari 2026 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Tenggat waktu dari MSCI hingga Mei 2026 untuk melihat peningkatan transparansi yang berarti dipandang sebagai ujian kredibilitas. Kegagalan memenuhi ekspektasi berisiko menurunkan bobot Indonesia dalam indeks global atau bahkan memicu reklasifikasi, dengan potensi arus keluar dana pasif yang besar.
Pengalaman negara lain seperti Vietnam, yang berhasil ditingkatkan statusnya oleh FTSE Russell setelah melakukan reformasi konsisten, menjadi pelajaran berharga. Sebaliknya, Filipina menunjukkan bahwa reformasi tanpa penegakan tegas hanya berhenti pada retorika.
Baca Juga: Profil Iman Rachman, Dirut BEI yang Mundur di Tengah Gejolak IHSG
Kusfiardi menegaskan bahwa pasar modal Indonesia kini berada pada fase penentuan. "Pasca-keputusan MSCI, ruang kompromi terhadap praktik lama praktis telah tertutup. Dalam beberapa bulan ke depan, pasar akan melihat apakah reformasi ini benar-benar mengubah struktur kekuasaan dan insentif di bursa, atau hanya menunda koreksi berikutnya," ujarnya.
Arah pasar modal Indonesia ke depan, tegasnya, akan ditentukan oleh tindakan konkret dan perubahan struktur pasar yang terukur, bukan oleh janji kebijakan semata. Setiap penundaan akan membawa biaya reputasi dan finansial yang semakin nyata.
Pengalaman negara lain seperti Vietnam, yang berhasil ditingkatkan statusnya oleh FTSE Russell setelah melakukan reformasi konsisten, menjadi pelajaran berharga. Sebaliknya, Filipina menunjukkan bahwa reformasi tanpa penegakan tegas hanya berhenti pada retorika.
Baca Juga: Profil Iman Rachman, Dirut BEI yang Mundur di Tengah Gejolak IHSG
Kusfiardi menegaskan bahwa pasar modal Indonesia kini berada pada fase penentuan. "Pasca-keputusan MSCI, ruang kompromi terhadap praktik lama praktis telah tertutup. Dalam beberapa bulan ke depan, pasar akan melihat apakah reformasi ini benar-benar mengubah struktur kekuasaan dan insentif di bursa, atau hanya menunda koreksi berikutnya," ujarnya.
Arah pasar modal Indonesia ke depan, tegasnya, akan ditentukan oleh tindakan konkret dan perubahan struktur pasar yang terukur, bukan oleh janji kebijakan semata. Setiap penundaan akan membawa biaya reputasi dan finansial yang semakin nyata.
(nng)
Lihat Juga :