CropLife Indonesia Perkenalkan SPMF untuk Pertanian Berkelanjutan
Jum'at, 30 Januari 2026 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai kerangka kolaboratif, SPMF berfokus pada tiga pilar utama yang akan diimplementasikan selama lima tahun ke depan, salah satunya adopsi teknologi berbasis risiko yang mengacu pada UN International Code of Conduct. Pilar ini menekankan mitigasi risiko penggunaan produk perlindungan tanaman guna menjaga keseimbangan ekosistem.
Salah satu dampak penting dari penerapan SPMF adalah harmonisasi standar Batas Maksimum Residu (BMR/MRL). Harmonisasi ini dinilai krusial untuk memastikan produk pangan Indonesia memenuhi standar keamanan dan mutu, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar ekspor internasional.
Baca Juga: Diangkut Pakai 6 Kapal, Mentan Amran Sita 1.000 Ton Beras Ilegal
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Leli Nurhayati mengatakan SPMF berpotensi mendukung pembangunan sistem pangan berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan pestisida ramah lingkungan. "Program ini tentunya sangat mendukung bagi pembangunan sosembaga pangan yang berkelanjutan, utamanya adalah pemanfaatan pestisida yang ramah lingkungan," ujarnya.
Ia menambahkan, kerangka SPMF juga membuka peluang pemanfaatan teknologi pertanian, termasuk penggunaan drone dengan standar operasional yang tepat, guna memperkuat aspek keamanan, kesehatan konsumen, dan keberlanjutan hasil produksi pertanian nasional.
Salah satu dampak penting dari penerapan SPMF adalah harmonisasi standar Batas Maksimum Residu (BMR/MRL). Harmonisasi ini dinilai krusial untuk memastikan produk pangan Indonesia memenuhi standar keamanan dan mutu, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar ekspor internasional.
Baca Juga: Diangkut Pakai 6 Kapal, Mentan Amran Sita 1.000 Ton Beras Ilegal
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Leli Nurhayati mengatakan SPMF berpotensi mendukung pembangunan sistem pangan berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan pestisida ramah lingkungan. "Program ini tentunya sangat mendukung bagi pembangunan sosembaga pangan yang berkelanjutan, utamanya adalah pemanfaatan pestisida yang ramah lingkungan," ujarnya.
Ia menambahkan, kerangka SPMF juga membuka peluang pemanfaatan teknologi pertanian, termasuk penggunaan drone dengan standar operasional yang tepat, guna memperkuat aspek keamanan, kesehatan konsumen, dan keberlanjutan hasil produksi pertanian nasional.
(nng)
Lihat Juga :