Orang Tajir dengan Tabungan Miliaran Parkir Uangnya di Bank, Suku Bunga Bisa Turun

loading...
Orang Tajir dengan Tabungan Miliaran Parkir Uangnya di Bank, Suku Bunga Bisa Turun
Ruang penurunan suku bunga acuan atau BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) dinilai masih bisa terjadi. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meringankan beban debitur. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ruang penurunan suku bunga acuan atau BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) dinilai masih bisa terjadi. Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan Bank Indonesia (BI) masih punya peluang menurunkan suku bunganya pada 25 basis point. Hal ini untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi virus covid-19.

(Baca Juga: Bos BI Lebih Hati-hati, Suku Bunga Acuan Diprediksi Masih Akan Ditahan)

"Diperkirakan akan melakukan pemangkasan 25 bps untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meringankan beban debitur khususnya saat terjadi pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (17/6/2020).

Kata dia, penurunan suku bunga acuan juga menimbang simpanan kelas atas dengan nominal simpanan di atas Rp5 miliar alami kenaikan sejak awal pandemi. Hal ini tentunya mengkhawatirkan karena uang terhambat mengalir ke sektor riil.

(Baca Juga: PSBB DKI Bisa Buat Suku Bunga Acuan Bakal Tertahan)



"Oleh karena itu bunga acuan yang rendah bisa memberikan disinsentif bagi deposan untuk mengeluarkan uang yang parkir di bank dan mulai berinvestasi di sektor riil," katanya.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 4%. Hal ini sejalan dengan perkembangan perekonomian saat ini. Selain itu, RDG Bank Indonesia memutuskan untuk menjaga suku bunga Deposit Facility 3,25%, dan suku bunga Lending Facility menjadi 4,75%.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top