Produksi Emas RI Mandek, Pajak Tinggi Disebut Salah Satu Penyebabnya

Minggu, 08 Februari 2026 - 07:35 WIB
loading...
Produksi Emas RI Mandek,...
Produksi emas nasional Indonesia dinilai belum optimal dan cenderung mandek di kisaran 100 ton, pajak tinggi disebut salah satu penyebabnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Produksi emas nasional Indonesia dinilai belum optimal dan cenderung mandek di kisaran 100 ton. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah struktur pajak domestik yang dinilai lebih tinggi dibandingkan skema pajak ekspor-impor.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, dalam acara ICMSS Capital Market Seminar yang digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Jumat (6/2).

"Kenapa posisinya hanya 100 ton yang bisa diproduksi? Salah satunya terkait pajak ya. Salah satunya terkait pajak yang posisinya pajak domestik lebih tinggi dibandingkan pajak ekspor-impor sendiri," ungkap Ferdian.

Baca Juga: Menakar Efek Produksi Emas Dalam Negeri ke Perekonomian Nasional

Menurutnya, persoalan pajak menjadi salah satu penyebab dari beberapa faktor penyebab lainnya. Selain faktor fiskal, tingkat produksi emas nasional juga sangat bergantung pada permintaan pasar. Rendahnya permintaan domestik membuat optimalisasi produksi belum dapat dilakukan secara maksimal.

"Posisi produksi ini kan tergantung demand juga ya. Harapannya ke depan teman-teman mulai investasi emas ataupun menabung emas. Karena posisinya itu akan meningkatkan optimalisasi terkait dengan produksinya sendiri," lanjut Ferdian.



Ia menambahkan, pengembangan ekosistem emas nasional, termasuk melalui pembentukan bullion bank, diharapkan dapat mendorong peningkatan permintaan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.

"Semoga dengan adanya bullion, adanya pengembangan, ini bisa mengoptimalkan impact terkait dengan emas di Indonesia," kata Ferdian.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata RI Banyak Impor Emas dari Hong Kong

Untuk diketahui, peluncuran bullion bank oleh Presiden Prabowo Subianto disambut positif oleh pelaku industri emas nasional. Kehadiran bullion bank dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem emas sekaligus menopang sistem keuangan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), Sandra Sunanto menilai keberadaan bullion bank memiliki nilai ekonomi yang besar bagi Indonesia, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia.

"Ini menjadi hal yang sangat penting untuk membangun ekosistem yang sangat kuat di negara kita supaya emas ini nggak beredar kemana-mana. Jadi emas ini ada di dalam negeri, di domestic market yang memperkuat kinerja ekonomi kita. Dan bullion bank ini sebetulnya sangat support financial system," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pegadaian Buktikan Kualitas...
Pegadaian Buktikan Kualitas Layanan Terbaik lewat Borong Awards di Asia Pasifik
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis Pegadaian dan Pupuk Kaltim: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Rekomendasi
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Palestina Jadi Salah...
Palestina Jadi Salah Satu dari Dua Negara Anggota Pengamat PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved