Menakar Efek Produksi Emas Dalam Negeri ke Perekonomian Nasional
Kamis, 21 Juli 2022 - 18:20 WIB
loading...
Pengolahan dan pemurnian (smelter) yang sedang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur diyakini akan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pengolahan dan pemurnian ( smelter ) yang sedang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur diyakini akan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Nilai tambah produksi emas itu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia di pusat dan daerah Papua," ujar Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi.
Baca Juga: Proyek Smelter Mempawah Macet, Erick Thohir Turun Tangan
Menurutnya, produksi emas yang sedemikian besar adalah buah dari keberhasilan pemerintah mengambil alih Freeport dari saham minoritas sekitar 9,4% menjadi saham mayoritas sebesar 51,2%.
"Produksi emas yang melimpah itu merupakan hasil divestasi 51%, yang salah satu syaratnya adalah smelterisasi di dalam negeri," ungkap Penulis buku Freeport Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi itu.
Dia menilai PT FI sebelumnya mengekspor konsentrat karena belum membangun smelter. "Sebelumnya, Indonesia hampir tidak dapat manfaat dari produksi emas PT FI lantaran smelterisasi konsentrat dilakukan di smelter luar negeri," tambahnya.
"Nilai tambah produksi emas itu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia di pusat dan daerah Papua," ujar Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi.
Baca Juga: Proyek Smelter Mempawah Macet, Erick Thohir Turun Tangan
Menurutnya, produksi emas yang sedemikian besar adalah buah dari keberhasilan pemerintah mengambil alih Freeport dari saham minoritas sekitar 9,4% menjadi saham mayoritas sebesar 51,2%.
"Produksi emas yang melimpah itu merupakan hasil divestasi 51%, yang salah satu syaratnya adalah smelterisasi di dalam negeri," ungkap Penulis buku Freeport Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi itu.
Dia menilai PT FI sebelumnya mengekspor konsentrat karena belum membangun smelter. "Sebelumnya, Indonesia hampir tidak dapat manfaat dari produksi emas PT FI lantaran smelterisasi konsentrat dilakukan di smelter luar negeri," tambahnya.
Lihat Juga :