Investor Asing Kompak Jual Saham Rp11,02 Triliun, Begini Penjelasan OJK
Senin, 09 Februari 2026 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah tekanan dari arus keluar investor asing, Hasan menyoroti perkembangan positif di industri pengelolaan investasi. Total aset kelolaan (asset under management/AUM) industri pengelolaan investasi pada minggu pertama atau 5 Februari 2026 tercatat sebesar Rp1.089,64 triliun.
Sementara itu nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 5 Februari 2026 mencapai Rp 722,21 triliun, tumbuh 2,98% secara month to date dan meningkat 6,94% secara year to date. Baca Juga: Luka MSCI Belum Kering, IHSG Sepekan Rontok Dijegal Moody's
"Perkembangan yang baik di industri pengelolaan investasi ini menunjukan setidaknya investor reksadana tetap aktif melakukan subscription, di tengah pergerakan pasar keuangan di dalam negeri," kata Hasan.
OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.
Hasan juga mengimbau, investor agar tetap bersikap tenang, rasional, dan tidak reaktif dalam mengambil keputusan investasi. "Kami meyakini pasar modal Indonesia dalam jangka menengah dan panjang masih prospektif, didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang terjaga dan basis investor yang terus bertumbuh," pungkasnya.
Sementara itu nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 5 Februari 2026 mencapai Rp 722,21 triliun, tumbuh 2,98% secara month to date dan meningkat 6,94% secara year to date. Baca Juga: Luka MSCI Belum Kering, IHSG Sepekan Rontok Dijegal Moody's
"Perkembangan yang baik di industri pengelolaan investasi ini menunjukan setidaknya investor reksadana tetap aktif melakukan subscription, di tengah pergerakan pasar keuangan di dalam negeri," kata Hasan.
OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.
Hasan juga mengimbau, investor agar tetap bersikap tenang, rasional, dan tidak reaktif dalam mengambil keputusan investasi. "Kami meyakini pasar modal Indonesia dalam jangka menengah dan panjang masih prospektif, didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang terjaga dan basis investor yang terus bertumbuh," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :