APBN Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun, Ekonom: Efeknya Puluhan Tahun
Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
"Soal pembayaran hutang Whoosh pakai APBN, saya setuju dengan sikap Purbaya. Saya tidak setuju apabila pembayaran hutang whoosh ini menggunakan APBN," katanya.
Setidaknya, ada dua alasan yang melatarbelakangi pandangan Huda. Pertama, terkait dengan bentuk layanan Whoosh yang bukan Public Service Obligation (PSO). Whoosh bukan PSO karena tidak ditujukan masyarakat luas, dan apabila tidak ada Whoosh pun tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Purbaya Sebut APBN Masih Sanggup Bayarin Utang Kereta Whoosh
Alasan kedua, kata Huda, soal isu profesionalisme. Maksudnya, ketika ada tanggungan manajemen Whoosh yang ditalangi oleh APBN, manajemen dinilai tidak akan bekerja secara optimal.
"Toh hutangnya ditanggung APBN ini kan. Sedangkan, Whoosh ini skemanya B2B. Sudah benar tidak menggunakan APBN malah digiring lagi menggunakan APBN," kata Huda.
Setidaknya, ada dua alasan yang melatarbelakangi pandangan Huda. Pertama, terkait dengan bentuk layanan Whoosh yang bukan Public Service Obligation (PSO). Whoosh bukan PSO karena tidak ditujukan masyarakat luas, dan apabila tidak ada Whoosh pun tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Purbaya Sebut APBN Masih Sanggup Bayarin Utang Kereta Whoosh
Alasan kedua, kata Huda, soal isu profesionalisme. Maksudnya, ketika ada tanggungan manajemen Whoosh yang ditalangi oleh APBN, manajemen dinilai tidak akan bekerja secara optimal.
"Toh hutangnya ditanggung APBN ini kan. Sedangkan, Whoosh ini skemanya B2B. Sudah benar tidak menggunakan APBN malah digiring lagi menggunakan APBN," kata Huda.
Lihat Juga :