Purbaya: Pilihan Sekarang Tambah Utang atau Kembali ke Krisis 1998
Minggu, 15 Februari 2026 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Purbaya menegaskan bahwa penambahan utang merupakan langkah sadar pemerintah untuk mencegah Indonesia terperosok ke dalam krisis ekonomi yang lebih parah. Menurutnya, kebijakan ini menjadi bantalan agar stabilitas nasional tetap terjaga di tengah tekanan global, dan lebih baik daripada membiarkan ekonomi kontraksi tanpa arah yang justru dapat membahayakan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Purbaya: Ekonomi Indonesia Akan Alami Ekspansi sampai 2033
Utang pemerintah terdiri atas dua kategori utama. Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi sebesar Rp8.387,23 triliun atau 87,02 persen dari total utang, sementara pinjaman mencapai Rp1.250,67 triliun atau 12,98 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan melalui instrumen pasar masih menjadi andalan pemerintah dalam mengelola kebutuhan fiskal.
Meskipun volume utang meningkat, pemerintah optimistis langkah ini hanya bersifat sementara seiring dengan upaya pemulihan ekonomi. Ke depan, pemerintah berencana melakukan penataan ulang struktur fiskal secara bertahap setelah momentum pertumbuhan kembali pulih, sehingga postur utang dapat dikelola lebih sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Purbaya: Ekonomi Indonesia Akan Alami Ekspansi sampai 2033
Utang pemerintah terdiri atas dua kategori utama. Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi sebesar Rp8.387,23 triliun atau 87,02 persen dari total utang, sementara pinjaman mencapai Rp1.250,67 triliun atau 12,98 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan melalui instrumen pasar masih menjadi andalan pemerintah dalam mengelola kebutuhan fiskal.
Meskipun volume utang meningkat, pemerintah optimistis langkah ini hanya bersifat sementara seiring dengan upaya pemulihan ekonomi. Ke depan, pemerintah berencana melakukan penataan ulang struktur fiskal secara bertahap setelah momentum pertumbuhan kembali pulih, sehingga postur utang dapat dikelola lebih sehat dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :