Ekspor Tembus Rp27,4 Triliun, Amran Percepat Hilirisasi Kopi
Senin, 16 Februari 2026 - 19:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Diangkut Pakai 6 Kapal, Mentan Amran Sita 1.000 Ton Beras Ilegal
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong penerapan praktik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim. Selain aspek teknis, penguatan kelembagaan dan pendampingan bagi para pekebun menjadi prioritas agar mereka mampu bersaing di rantai pasok global.
Kemitraan antara pekebun dan pelaku industri pengolahan juga terus diperkuat guna mempercepat transformasi hilirisasi di sentra-sentra produksi. Langkah ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang tidak efisien sekaligus memastikan penyerapan hasil panen dengan harga yang lebih kompetitif.
"Dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan hilirisasi di dalam negeri, pengembangan kopi nasional hingga 2026 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan," pungkas Roni.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong penerapan praktik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim. Selain aspek teknis, penguatan kelembagaan dan pendampingan bagi para pekebun menjadi prioritas agar mereka mampu bersaing di rantai pasok global.
Kemitraan antara pekebun dan pelaku industri pengolahan juga terus diperkuat guna mempercepat transformasi hilirisasi di sentra-sentra produksi. Langkah ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang tidak efisien sekaligus memastikan penyerapan hasil panen dengan harga yang lebih kompetitif.
"Dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan hilirisasi di dalam negeri, pengembangan kopi nasional hingga 2026 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan," pungkas Roni.
(nng)
Lihat Juga :