Ekspor Tembus Rp27,4 Triliun, Amran Percepat Hilirisasi Kopi

Senin, 16 Februari 2026 - 19:56 WIB
loading...
Ekspor Tembus Rp27,4...
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk menggeser arah pengembangan kopi nasional dari sekadar peningkatan volume produksi menuju penguatan kualitas dan percepatan hilirisasi. Langkah strategis ini diambil guna merespons kinerja ekspor kopi Indonesia yang gemilang setelah mencatatkan nilai lebih dari USD1,63 miliar atau setara Rp27,4 triliun pada 2024.

"Pengembangan kopi nasional harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi pekebun. Kebijakan ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat, peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam produk olahan bernilai tambah tinggi," ujar Amran, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Produksi Cabai Surplus, Mentan Jamin Stok Ramadan Aman hingga Lebaran

Amran menjelaskan hilirisasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan posisi tawar kopi Indonesia di pasar internasional. Upaya tersebut diimplementasikan melalui pengembangan industri roasting, produksi kopi siap seduh, ekstraksi kopi, hingga diversifikasi berbagai produk turunan lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan biji kopi mentah.

Data perdagangan mencatat, volume ekspor kopi Indonesia sepanjang tahun 2024 mencapai 316,7 ribu ton. Angka tersebut menempatkan komoditas kopi sebagai penopang utama perekonomian nasional sekaligus menjadi sumber penghidupan strategis bagi jutaan keluarga pekebun di berbagai daerah.



Pemerintah menargetkan penguatan akses pasar global hingga tahun 2026 melalui peningkatan konsistensi mutu dan pemenuhan standar internasional. Selain itu, pengembangan produk olahan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pasar global yang semakin dinamis dan menuntut keberlanjutan proses produksi.

Baca Juga: Diangkut Pakai 6 Kapal, Mentan Amran Sita 1.000 Ton Beras Ilegal

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong penerapan praktik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim. Selain aspek teknis, penguatan kelembagaan dan pendampingan bagi para pekebun menjadi prioritas agar mereka mampu bersaing di rantai pasok global.

Kemitraan antara pekebun dan pelaku industri pengolahan juga terus diperkuat guna mempercepat transformasi hilirisasi di sentra-sentra produksi. Langkah ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang tidak efisien sekaligus memastikan penyerapan hasil panen dengan harga yang lebih kompetitif.

"Dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan hilirisasi di dalam negeri, pengembangan kopi nasional hingga 2026 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan," pungkas Roni.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Dari Bangkok ke Shanghai,...
Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita
Harga Bahan Baku Naik,...
Harga Bahan Baku Naik, CW Coffee Justru Luncurkan 4 Menu Baru Seri Tunjangan Produktif
Rekomendasi
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved