Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:00 WIB
loading...
Dedolarisasi Kian Nyata,...
BRICS mulai menguji sistem pembayaran lintas batas baru yang dirancang untuk memfasilitasi perdagangan antarnegara anggota tanpa bergantung pada dolar AS. FOTO/Watcher Guru
A A A
JAKARTA - Blok ekonomi BRICS mulai menguji sistem pembayaran lintas batas baru yang dirancang untuk memfasilitasi perdagangan antarnegara anggota tanpa bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS). Platform yang didukung Brasil ini menghubungkan bank sentral sejumlah negara anggota melalui jaringan pesan pembayaran terdesentralisasi berbasis teknologi instan dan blockchain.

"Kita perlu bekerja agar tatanan multipolar yang kita targetkan tercermin dalam sistem keuangan global," ujar Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva dikutip dari Watcher Guru, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: Jerman Akui Keliru Jauhi BRICS, Janji Koreksi Kebijakan

Sistem pembayaran tersebut memanfaatkan teknologi transfer instan Pix milik Brasil dan beroperasi melalui Decentralized Cross-Border Messaging System (DCMS). Infrastruktur ini memungkinkan penyelesaian transaksi lintas negara dengan mata uang lokal, tanpa otoritas pengendali tunggal seperti jaringan SWIFT, serta memberi kendali pada masing-masing bank sentral terhadap node jaringan mereka.

Brasil, yang memegang presidensi rotasi BRICS tahun lalu, memimpin adaptasi model Pix ke skala internasional. Bank Sentral Brasil telah menyiapkan kerangka dasar integrasi lintas batas, termasuk dukungan terhadap mata uang digital nasional seperti Drex dan yuan digital Tiongkok dalam koridor perdagangan tertentu.

Percepatan pengembangan sistem ini terjadi di tengah meningkatnya tren penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antaranggota. Data internal blok menunjukkan lebih dari 60% perdagangan timbal balik BRICS kini telah diselesaikan dengan mata uang lokal, sementara sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Iran disebut menjadi kandidat berikutnya untuk bergabung dalam jaringan pembayaran tersebut.



Presiden China Xi Jinping menyatakan sistem keuangan global perlu beradaptasi dengan perubahan kekuatan ekonomi dunia. "BRICS harus mempromosikan sistem keuangan internasional agar lebih mencerminkan perubahan dalam lanskap ekonomi dunia," ujarnya.

Baca Juga: Dedolarisasi Tanpa Mata Uang Lokal, BRICS Bentuk Bursa Logam Mulia

Di sisi lain, survei pasar keuangan yang dirilis Bank of America menunjukkan eksposur pelaku pasar terhadap dolar AS berada pada level negatif terdalam sejak 2012. Meskipun demikian, sejumlah analis menilai pengembangan alternatif SWIFT yang sepenuhnya andal masih membutuhkan waktu, mengingat adanya perbedaan kepentingan dan kesiapan teknologi antaranggota.

Meski belum menggambarkan bentuk final sistem pembayaran global alternatif, operasional jaringan lintas batas BRICS pada 2026 dinilai sebagai tonggak penting dalam upaya diversifikasi sistem keuangan internasional. Perkembangan geopolitik, regulasi, dan integrasi teknologi ke depan akan menentukan sejauh mana sistem ini mampu menantang dominasi dolar dalam perdagangan global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Rusia Akui Sistem Rudal...
Rusia Akui Sistem Rudal S-400 Hancur Dihantam Misil ATACMS AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved