Gebrakan Baru BRICS: Integrasikan Mata Uang Digital, Bye-bye Dolar AS?
Rabu, 18 Februari 2026 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun bank sentral India menyatakan bahwa upaya ini bukan semata-mata untuk dedollarisasi, sulit bagi dunia internasional untuk tidak melihatnya sebagai langkah defensif terhadap dominasi sistem keuangan Barat.
Baca Juga: Dolar AS Kian Tersisih, 60% Transaksi BRICS Gunakan Mata Uang Lokal
Meski terdengar revolusioner, perjalanan menuju mata uang digital BRICS yang terintegrasi masih panjang. Beberapa tantangan utama meliputi teknologi, kesepakatan mengenai platform teknologi yang akan digunakan.
Regulasi, yaitu penyatuan aturan tata kelola keuangan antarnegara yang memiliki sistem hukum berbeda. Selanjutnya kedaulatan, dimana keraguan anggota untuk mengadopsi platform teknologi dari negara anggota lain.
Baca Juga: Dolar AS Kian Tersisih, 60% Transaksi BRICS Gunakan Mata Uang Lokal
Meski terdengar revolusioner, perjalanan menuju mata uang digital BRICS yang terintegrasi masih panjang. Beberapa tantangan utama meliputi teknologi, kesepakatan mengenai platform teknologi yang akan digunakan.
Regulasi, yaitu penyatuan aturan tata kelola keuangan antarnegara yang memiliki sistem hukum berbeda. Selanjutnya kedaulatan, dimana keraguan anggota untuk mengadopsi platform teknologi dari negara anggota lain.
Masa Depan BRICS
Dengan bergabungnya anggota baru seperti Uni Emirat Arab, Iran, dan Indonesia, kekuatan ekonomi blok BRICS ini semakin diperhitungkan. Jika proyek CBDC ini berhasil, wajah perdagangan internasional bisa berubah selamanya, memberikan alternatif nyata bagi sistem pembayaran global yang selama ini didominasi satu mata uang.(akr)
Lihat Juga :