Gebrakan Baru BRICS: Integrasikan Mata Uang Digital, Bye-bye Dolar AS?

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:56 WIB
loading...
A A A


Ada beberapa poin krusial mengapa integrasi mata uang digital ini menjadi sorotan dunia. Salah satunya yakni efisiensi transaksi, yang membuat pembayaran lintas batas untuk perdagangan dan turis menjadi jauh lebih cepat dan murah dibandingkan sistem perbankan tradisional.

Keamanan vs Stablecoin: India secara tegas memposisikan CBDC sebagai alternatif yang lebih aman dan teregulasi dibandingkan stablecoin swasta yang dianggap berisiko terhadap stabilitas moneter.

Mata uang digital juga dinilai bisa menjadi solusi defisit perdagangan. Untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan perdagangan (seperti kasus penumpukan Rupee di Rusia sebelumnya), usulan ini mencakup mekanisme swap valuta asing bilateral antar bank sentral.

"CBDC tidak membawa banyak risiko yang terkait dengan stablecoin yang seringkali menimbulkan kekhawatiran signifikan bagi stabilitas moneter dan kebijakan fiskal," ujar Deputi Gubernur RBI, T. Rabi Sankar.

Sentimen Global: Trump dan Ancaman Tarif

Rencana ini muncul di tengah tensi geopolitik yang memanas. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebelumnya telah melabeli aliansi BRICS sebagai kelompok "anti-Amerika" dan mengancam akan mengenakan tarif tinggi bagi negara-negara yang mencoba meninggalkan Dolar AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved