Prabowo dan Trump Teken Tarif Dagang usai Agenda Board of Peace

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:49 WIB
loading...
Prabowo dan Trump Teken...
Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers usai KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh yang digelar di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10/2025). FOTO/BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan meneken perjanjian tarif dagang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, D.C. pada Kamis, 19 Februari 2026.

"Rencana kalau sesuai jadwal di tanggal 19 (Februari)," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Baca Juga: Misi Dagang Prabowo ke AS: CPO, Kopi, dan Kakao Jadi Andalan

Prasetyo menjelaskan, agenda utama Presiden Prabowo di AS adalah menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Setelah agenda tersebut, akan ada penandatanganan kerja sama tarif dagang antara kedua negara.

"Agenda Bapak Presiden yang pertama adalah menghadiri undangan mengenai meeting BOP ya, Board of Peace. Kemudian juga atas koordinasi kedua negara, salah satu tambahan agendanya adalah insyaAllah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan Pemerintah Amerika Serikat," ujarnya.



Ia memastikan, penandatanganan tersebut direncanakan berlangsung pada hari yang sama setelah agenda BoP selesai. "Ya, setelah BoP baru kemudian akan ada rencana tanda tangan kerja sama tarif," jelasnya.

Terkait isi perjanjian, Prasetyo menyebut hingga saat ini belum ada perubahan dari kesepakatan sebelumnya, termasuk soal besaran tarif yang sempat dibahas. "Untuk sementara belum ya. Untuk sementara belum ada perubahan tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump mungkin ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita," kata dia.

Saat ditanya kemungkinan penurunan tarif, Prasetyo mengaku pemerintah berharap ada hasil yang lebih menguntungkan, meski keputusan akhir tetap bergantung pada hasil negosiasi kedua pemimpin. "Ya harapan kita kan tentu ada pengen seperti itu. Siapa tahu," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo dan Trump Siap Teken Perjanjian Tarif Dagang 19 Februari di AS

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan upaya negosiasi. Namun, belum ada tawaran baru yang disiapkan secara khusus menjelang pertemuan tersebut. "Tapi kan bukan kita yang menentukan hal tersebut. Tapi bagian dari kita upaya untuk bernegosiasi kan terus kita lakukan," kata Prasetyo.

Menurutnya, peluang perubahan kebijakan tetap terbuka, mengingat hubungan baik antara kedua pemimpin negara. "Dan kalaupun kita ingin ada penurunan lagi ya kita serahkan kepada dua pemimpin ini barangkali nanti dalam proses komunikasinya tidak menutup kemungkinan karena hubungan baik kedua pemimpin ini mungkin ada perubahan kebijakan kita tidak tahu," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Rekomendasi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Grand Prix Ceko 2026, Tayang Live di VISION+
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Berita Terkini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved