5 Negara dengan Utang IMF Terbesar 2026, Nomor 1 Tembus Rp967 Triliun
Jum'at, 27 Februari 2026 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
5. Mesir – USD9,30 Miliar
Mesir menghadapi tekanan cadangan devisa dan depresiasi mata uang. Program IMF menjadi bagian dari strategi besar reformasi ekonomi dan stabilisasi jangka panjang.
Indonesia pertama kali meminjam dari IMF pada 1984 sebesar 421,46 juta SDR, naik menjadi 504,86 juta SDR pada 1987, sebelum dilunasi secara bertahap hingga bebas utang pada 1992-1996.
Puncak utang terjadi selama Krisis Moneter 1997-1998, dengan IMF menyetujui total pinjaman 17,36 miliar SDR setara USD23,53 miliar atau Rp130 triliun saat itu, meski pencairan aktual sekitar 11,1 miliar SDR atau setara USD14,99 miliar. Seluruh utang lunas pada Oktober 2006 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan total keseluruhan sekitar USD9,1 miliar atau setara Rp117-136 triliun dengan kurs saat ini.
Mesir menghadapi tekanan cadangan devisa dan depresiasi mata uang. Program IMF menjadi bagian dari strategi besar reformasi ekonomi dan stabilisasi jangka panjang.
Bagaimana dengan Indonesia?
Saat ini Indonesia tidak memiliki utang program aktif kepada IMF. Indonesia telah melunasi seluruh kewajibannya pada 2006, setelah sebelumnya menerima bantuan besar saat krisis moneter 1998. Artinya, hingga kini Indonesia bukan termasuk dalam daftar negara dengan beban utang IMF outstanding. Meskipun utang luar negeri Indonesia mencapai sekitar USD431,7 miliar pada akhir 2025 dengan rasio terhadap PDB 40,3% di bawah batas aman 60%, tidak ada indikasi ketergantungan pada pinjaman IMF saat ini.Indonesia pertama kali meminjam dari IMF pada 1984 sebesar 421,46 juta SDR, naik menjadi 504,86 juta SDR pada 1987, sebelum dilunasi secara bertahap hingga bebas utang pada 1992-1996.
Puncak utang terjadi selama Krisis Moneter 1997-1998, dengan IMF menyetujui total pinjaman 17,36 miliar SDR setara USD23,53 miliar atau Rp130 triliun saat itu, meski pencairan aktual sekitar 11,1 miliar SDR atau setara USD14,99 miliar. Seluruh utang lunas pada Oktober 2006 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan total keseluruhan sekitar USD9,1 miliar atau setara Rp117-136 triliun dengan kurs saat ini.
(nng)
Lihat Juga :