Hasil Penelitian: 81% 0rang Tua Keluarga Prasejahtera Dukung Keberlanjutan MBG
Jum'at, 27 Februari 2026 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Survei RISED ini sendiri melibatkan sekitar 1.800 orang tua dan berhasil memberikan gambaran awal mengenai efek mikro-harian program. Salah satu temuan dari survei tersebut menunjukkan bahwa 81% orang tua keluarga prasejahtera menyatakan mendukung keberlanjutan MBG.
“Menariknya lagi, ketika anak-anaknya bisa mendapatkan makanan di sekolah, orang tua juga merasa aman. Rasa aman ini timbul karena para orang tua yang kami survei yakin bahwa anak-anaknya mendapatkan makanan bergizi rutin melalui program MBG,” ujar Fajar menjabarkan hasil temuannya.
Baca Juga: BGN Sangkal Mitra SPPG Untung Rp1,8 Miliar per Tahun dari Program MBG
Selaras dengan hasil temuan tim RISED, dr. Andi Khomeini Takdir, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, berpendapat bahwa pemberian makanan bergizi secara rutin berpotensi membentuk kebiasaan makan yang lebih baik pada anak. Paparan harian terhadap menu MBG yang beragam membantu anak lebih mudah menerima variasi makanan. dr. Andi menilai, intervensi makanan sehat melalui MBG adalah ide yang baik untuk mengubah pola makan sehat anak-anak termasuk anak-anak dari keluarga menengah ke atas yang selama ini diasumsikan mendapat makanan bergizi yang baik di rumah.
“Jadi MBG menurut saya adalah program dengan niat yang bagus. Saya bisa memahami niat dari Presiden Prabowo dalam menginisiasi MBG ini karena saya pikir ini idenya sangat bagus. Kenapa? Karena kita tahu bahwa tidak sedikit masyarakat kita tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi mereka. Kedua, tidak hanya di kelas ekonomi lemah, ada juga orang-orang dengan kelas ekonomi menengah atau bahkan cukup tinggi tetapi kadang-kadang yang dimakan itu bukan makanan sehat,” terang dr. Andi.
“Menariknya lagi, ketika anak-anaknya bisa mendapatkan makanan di sekolah, orang tua juga merasa aman. Rasa aman ini timbul karena para orang tua yang kami survei yakin bahwa anak-anaknya mendapatkan makanan bergizi rutin melalui program MBG,” ujar Fajar menjabarkan hasil temuannya.
Baca Juga: BGN Sangkal Mitra SPPG Untung Rp1,8 Miliar per Tahun dari Program MBG
Selaras dengan hasil temuan tim RISED, dr. Andi Khomeini Takdir, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, berpendapat bahwa pemberian makanan bergizi secara rutin berpotensi membentuk kebiasaan makan yang lebih baik pada anak. Paparan harian terhadap menu MBG yang beragam membantu anak lebih mudah menerima variasi makanan. dr. Andi menilai, intervensi makanan sehat melalui MBG adalah ide yang baik untuk mengubah pola makan sehat anak-anak termasuk anak-anak dari keluarga menengah ke atas yang selama ini diasumsikan mendapat makanan bergizi yang baik di rumah.
“Jadi MBG menurut saya adalah program dengan niat yang bagus. Saya bisa memahami niat dari Presiden Prabowo dalam menginisiasi MBG ini karena saya pikir ini idenya sangat bagus. Kenapa? Karena kita tahu bahwa tidak sedikit masyarakat kita tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi mereka. Kedua, tidak hanya di kelas ekonomi lemah, ada juga orang-orang dengan kelas ekonomi menengah atau bahkan cukup tinggi tetapi kadang-kadang yang dimakan itu bukan makanan sehat,” terang dr. Andi.
Lihat Juga :