Listrik PLN Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang Bumi Dipasena
Kamis, 17 September 2020 - 21:20 WIB
loading...
Sejumlah warga terlihat memanen hasil tambak udang di Bumi Dipasena, Lampung. Foto: Dokumen PLN
A
A
A
LAMPUNG - Listrik mendorong pertumbuhan ekonomi. Inilah yang mulai dirasakan petambak udang di Bumi Dipasena, Lampung, yang pernah menjadi tambak udang terbesar di Asia Tenggara dan lumbung udang nasional. Sejak mendapatkan aliran listrik dari PLN pada bulan Maret lalu, petambak udang di Dipasena mulai bangkit dan merasakan panen.
Salah satu anggota Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah (P3UW) Lampung, Wagiran menuturkan bahwa, ini merupakan panen tambak perdana memakai listrik PLN dengan daya 10.600 VA. Di tambak berukuran 40x50 meter persegi, Wagiran menebar 100 ribu ekor benur (benih udang) per petak tambak. Umur udang saat dipanen 90 hari, berukuran sekitar 42 ekor per kilogram dengan tonase hasil panen mencapai 2,6 ton.
Baca juga: PLN Raih 3 Penghargaan di Ajang BUMN Marketeers Award 2020
“Setelah disambung listriknya, kami coba langsung menebar benur dengan kepadatan tinggi dan ternyata berhasil. Ini bukti tambak Dipasena sangat layak dan masih produktif,” tambah Wagiran.
Wagiran pun menambahkan, dari hasil panen kali keuntungan yang didapatnya bisa mencapai Rp150 juta. Hasil itu pun baru dari satu tambak.
Salah satu anggota Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah (P3UW) Lampung, Wagiran menuturkan bahwa, ini merupakan panen tambak perdana memakai listrik PLN dengan daya 10.600 VA. Di tambak berukuran 40x50 meter persegi, Wagiran menebar 100 ribu ekor benur (benih udang) per petak tambak. Umur udang saat dipanen 90 hari, berukuran sekitar 42 ekor per kilogram dengan tonase hasil panen mencapai 2,6 ton.
Baca juga: PLN Raih 3 Penghargaan di Ajang BUMN Marketeers Award 2020
“Setelah disambung listriknya, kami coba langsung menebar benur dengan kepadatan tinggi dan ternyata berhasil. Ini bukti tambak Dipasena sangat layak dan masih produktif,” tambah Wagiran.
Wagiran pun menambahkan, dari hasil panen kali keuntungan yang didapatnya bisa mencapai Rp150 juta. Hasil itu pun baru dari satu tambak.
Lihat Juga :