Brasil dan China Kian Solid, Dorong Yuan Jadi Alternatif Dolar AS dalam Perdagangan BRICS

Senin, 15 Desember 2025 - 07:45 WIB
loading...
Brasil dan China Kian...
Brasil dan China mendorong penggunaan yuan sebagai alternatif dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan negara-negara BRICS. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Brasil dan China mendorong penggunaan yuan sebagai alternatif dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan negara-negara BRICS, seiring menguatnya tren dedolarisasi di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global. Dorongan ini tercermin dari meningkatnya porsi transaksi lintas batas China yang diselesaikan menggunakan mata uang domestik.

Ekonom China Jian Lian mengungkapkan bahwa hingga Maret 2024, sekitar 52,9 persen pembayaran lintas batas China telah menggunakan renminbi (yuan), sementara porsi penyelesaian dalam dolar AS turun menjadi 42,8%. "Perubahan ini disebut sebagai bagian dari strategi de-dolarisasi yang dijalankan secara sistematis oleh Beijin," kata dia dikutip dari Watcher Guru, Senin (15/12/2025).

Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan mantan Direktur Eksekutif IMF Paulo Nogueira Batista Jr. yang pada 13 Desember menyebut dolar AS tidak lagi dipandang banyak pihak sebagai aset lindung nilai yang sepenuhnya aman. Menurut Batista, persepsi itu dipengaruhi oleh praktik penggunaan dolar sebagai instrumen politik serta meningkatnya kerentanan ekonomi Amerika Serikat.

Sinyal pergeseran mata uang global juga terlihat dari penerbitan obligasi China senilai USD2 miliar pada November 2024 di Arab Saudi. Penawaran obligasi tersebut mengalami kelebihan permintaan hampir 20 kali lipat dengan nilai penawaran mencapai sekitar 40 miliar dolar AS, meski dipatok hanya 1–3 basis poin di atas imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Baca Juga: Dorong Dedolarisasi, BRICS Timbun 663 Ton Emas Senilai Rp1.513 Triliun di 2025

Menurut Batista, penerbitan obligasi di Riyadh, bukan di pusat keuangan tradisional Barat, menunjukkan semakin kuatnya peran negara-negara Global South dalam sistem keuangan internasional. Ia menilai skenario paling mungkin ke depan adalah penurunan dolar secara bertahap, yang berpotensi semakin cepat jika Amerika Serikat menghadapi krisis keuangan baru.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Rekomendasi
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved