AS-Israel dan Iran Saling Serang, Harga Minyak Sempat ke Level Tertinggi 14 Bulan
Selasa, 03 Maret 2026 - 10:04 WIB
loading...
A
A
A
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan, bahwa dua kapal diserang di Selat Hormuz, sementara Pusat Keamanan Maritim Oman melaporkan bahwa sebuah kapal tanker yang dikenai sanksi AS ditabrak di lepas pantainya pada hari sebelumnya.
Reuters melaporkan pada hari Minggu bahwa setidaknya ada 150 kapal tanker, termasuk kapal minyak mentah dan LNG, berlabuh di perairan Teluk di luar Selat Hormuz. Sedangkan puluhan lagi lainnya berhenti di luar titik chokepoint.
Baca Juga: Perang Iran vs AS dan Israel, Awas! Harga Minyak Bisa Sentuh USD100/Barel
Financial Times, mengutip broker, mengatakan bahwa perusahaan asuransi memperingatkan pemilik kapal bahwa mereka akan membatalkan polis dan menaikkan biaya pertanggungan untuk kapal yang melintasi Teluk dan Selat Hormuz.
Lalu lintas kapal yang melalui Selat Hormuz mengalami penurunan hungga 38-50%, menurut ekonom Yegor Susin. Dia memperkirakan, potensi kerugian minyak sebesar 200-300 juta barel jika gangguan berlangsung selama empat minggu, efaknya bisa mendorong harga sementara menjadi USD80-120 per barel.
Serangan militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Presiden AS Donald Trump bahkan memprediksi konflik ini dapat berlangsung selama “empat hingga lima minggu,”.
Reuters melaporkan pada hari Minggu bahwa setidaknya ada 150 kapal tanker, termasuk kapal minyak mentah dan LNG, berlabuh di perairan Teluk di luar Selat Hormuz. Sedangkan puluhan lagi lainnya berhenti di luar titik chokepoint.
Baca Juga: Perang Iran vs AS dan Israel, Awas! Harga Minyak Bisa Sentuh USD100/Barel
Financial Times, mengutip broker, mengatakan bahwa perusahaan asuransi memperingatkan pemilik kapal bahwa mereka akan membatalkan polis dan menaikkan biaya pertanggungan untuk kapal yang melintasi Teluk dan Selat Hormuz.
Lalu lintas kapal yang melalui Selat Hormuz mengalami penurunan hungga 38-50%, menurut ekonom Yegor Susin. Dia memperkirakan, potensi kerugian minyak sebesar 200-300 juta barel jika gangguan berlangsung selama empat minggu, efaknya bisa mendorong harga sementara menjadi USD80-120 per barel.
Serangan militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Presiden AS Donald Trump bahkan memprediksi konflik ini dapat berlangsung selama “empat hingga lima minggu,”.
Lihat Juga :