Rupiah Rontok di Tengah Perang AS-Iran, Hari Ini Sentuh Rp16.872 per Dolar AS
Selasa, 03 Maret 2026 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor pada Januari 2026. Teracatat nilai ekspor Indonesia mencapai USD22,16 miliar atau naik 3,39% jika dibandingkan dengan Januari 2025. Nilai ekspor Migas tercatat USD0,89 miliar atau turun 15,62%. Sementara nilai ekspor non migas tercatat naik 4,38% dengan nilai USD21,26 miliar.
Baca Juga: Rupiah Perkasa di Akhir Sesi, Hari Ini Sentuh Rp16.759 per Dolar AS
Sedangkan nilai impor mencapai USD21,20 miliar atau meningkat 18,21% jika dibandingkan Januari 2025. Nilai impor migas sebesar USD3,17 miliar atau meningkat 27,52% secara tahunan.
Selain itu, impor nonmigas senilai USD18,04 miliar juga mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 16,71%. Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor non migas dengan andil sebesar 14,40%.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.870 - Rp16.910 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Perkasa di Akhir Sesi, Hari Ini Sentuh Rp16.759 per Dolar AS
Sedangkan nilai impor mencapai USD21,20 miliar atau meningkat 18,21% jika dibandingkan Januari 2025. Nilai impor migas sebesar USD3,17 miliar atau meningkat 27,52% secara tahunan.
Selain itu, impor nonmigas senilai USD18,04 miliar juga mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 16,71%. Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor non migas dengan andil sebesar 14,40%.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.870 - Rp16.910 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :