Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Anggaran Subsidi BBM Dihitung Ulang
Selasa, 03 Maret 2026 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Adapun angka tersebut melampaui asumsi harga minyak dalam APBN yang ditetapkan sebesar USD70 per barel. Selisih harga itu berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung negara. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan skenario pengalihan impor minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah ke negara lain. Sekitar 20–25% impor crude yang selama ini berasal dari Timur Tengah akan dialihkan, sebagian ke AS.
"Setelah tadi kita detailing, total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-25%. Skenarionya adalah, sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East sebagian kita alihkan untuk ambil di AS," ujar Bahlil.
Baca Juga: Imbas Penutupan Selat Hormuz, Indonesia Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS
Untuk LPG, pemerintah mencatat impor mencapai 7,3 juta ton per tahun dan meningkat menjadi 7,8 juta ton pada tahun ini dengan sekitar 70% berasal dari AS.
"LPG kita impor 7,3 juta ton per tahun, dan tahun ini naik menjadi 7,8 juta ton. Sekitar 70%-nya sekarang kita ambil dari AS. Alternatifnya adalah kita switch lagi supaya kita tidak mau ambil risiko, sebagiannya kita switch lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan selat Hormuz," pungkasnya.
"Setelah tadi kita detailing, total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-25%. Skenarionya adalah, sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East sebagian kita alihkan untuk ambil di AS," ujar Bahlil.
Baca Juga: Imbas Penutupan Selat Hormuz, Indonesia Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS
Untuk LPG, pemerintah mencatat impor mencapai 7,3 juta ton per tahun dan meningkat menjadi 7,8 juta ton pada tahun ini dengan sekitar 70% berasal dari AS.
"LPG kita impor 7,3 juta ton per tahun, dan tahun ini naik menjadi 7,8 juta ton. Sekitar 70%-nya sekarang kita ambil dari AS. Alternatifnya adalah kita switch lagi supaya kita tidak mau ambil risiko, sebagiannya kita switch lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan selat Hormuz," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :