Konflik Iran Lumpuhkan Ekspor Mobil Miliaran Dolar dari Asia ke Timur Tengah

Jum'at, 06 Maret 2026 - 19:17 WIB
loading...
A A A


Dampak serupa juga dirasakan produsen otomotif dari India dan Jepang. Sejumlah perusahaan seperti Tata Motors, Maruti Suzuki, Hyundai Motor India, serta Volkswagen menunda pengiriman ke Timur Tengah dan Afrika Utara untuk menghindari lonjakan biaya logistik, termasuk biaya pengiriman darurat hingga USD2.000 per kontainer serta premi asuransi risiko perang.

Baca Juga: Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel

Data perdagangan menunjukkan India mengekspor mobil senilai sekitar USD8,8 miliar pada 2025 dengan sekitar 25% ditujukan ke pasar Timur Tengah. Sementara, ekspor kendaraan Korea Selatan ke kawasan tersebut mencapai USD5,3 miliar pada periode yang sama, menjadikan salah satu pasar penting bagi industri otomotif Asia.

Konflik ini juga mengancam prospek pertumbuhan pasar otomotif Timur Tengah yang selama ini menjadi tujuan ekspansi produsen global. Firma konsultan AlixPartners memproyeksikan merek China dapat meraih pangsa pasar 34% di Timur Tengah dan Afrika pada 2030, naik dari 10% pada 2024. Namun jika konflik berkepanjangan, gangguan logistik dan terhambatnya investasi infrastruktur berpotensi memperlambat ekspansi industri otomotif di kawasan tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Rekomendasi
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved