Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS

Minggu, 08 Maret 2026 - 22:09 WIB
loading...
A A A
Langkah terbaru Beijing muncul di tengah kekhawatiran yang lebih luas tentang fluktuasi imbal hasil obligasi AS dan ketergantungan yang besar pada aset yang bernilai dolar. Otoritas pengawas keuangan Jerman, BaFin, baru-baru ini juga memperingatkan bahwa peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia dapat menghadapi tantangan pada 2026 di tengah guncangan geopolitik dan tekanan pendanaan.

Peringatan Beijing ini muncul setelah Indeks Spot Dolar Bloomberg mencatat penurunan tajam sejak April lalu, setelah Trump mengumumkan tarif global yang lebih luas. Bulan lalu, Trump menyingkirkan kekhawatiran atas melemahnya mata uang tersebut, dengan mengatakan bahwa mata uang dolar AS “berjalan dengan baik” dan seharusnya diizinkan untuk “menentukan levelnya sendiri.”

Baca Juga: China Ambil 5 Pelajaran Penting dari Serangan AS-Israel ke Iran

Pada hari awal Februari, harga Treasury AS melanjutkan kerugian dan imbal hasil naik secara moderat, sementara dolar melemah terhadap mata uang utama. Sekretaris Treasury AS Scott Bessent mengatakan minggu lalu bahwa pasar Treasury telah memberikan kinerja terbaiknya sejak 2020 dan melihat permintaan asing yang mencatatkan rekor.

China Buang Utang Pemerintah Amerika Serikat

China tercatat menjadi penjual terbesar utang pemerintah AS dalam periode November 2024 hingga November 2025 dengan pengurangan kepemilikan sebesar USD85,96 miliar atau turun 11%. Ini melanjutkan pengurangan kepemilikan utang AS selama beberapa tahun terakhir seiring Beijing mendiversifikasi cadangannya ke emas dan aset lainnya.

Brasil menyusul dengan pelepasan USD60,85 miliar, diikuti India sebesar USD47,52 miliar. Kepulauan Virgin Britania Raya juga mencatat penurunan signifikan sebesar USD38,96 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Ambruk Parah,...
Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved