Cadangan Minyak Rusia Cukup untuk Bertahan 60 Tahun, Stok BBM RI Hanya 26 Hari
Rabu, 11 Maret 2026 - 02:12 WIB
loading...
A
A
A
Novak juga menekankan, bahwa minyak menyumbang 30% dari keseimbangan energi global dan memprediksi bahwa permintaan akan tetap kuat dalam waktu dekat, yang sebagian besar didorong oleh transportasi dan petrokimia. Sementara itu dia sebelumnya menyatakan, sektor minyak Rusia tetap stabil, meskipun ada sanksi Barat.
Industri migas Rusia menyumbang sekitar 10% dari produksi minyak mentah global. Rusia saat ini mengoperasikan sekitar 3.500 lapangan migas, termasuk di Sakhalin, landas kontinen Arktik, dan di Siberia Timur. Baca Juga: Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang
Bulan lalu, perusahaan energi besar Rusia, Gazprom Neft, mengumumkan penemuan lapangan minyak baru di Semenanjung Yamal -cekungan Kontorovich- dengan perkiraan cadangan geologi sebesar 55 juta ton, yang merupakan penemuan paling besar di wilayah tersebut dalam tiga dekade terakhir.
Di Rusia, ladang migas dengan cadangan yang dapat diperoleh sebesar 30-300 juta ton diklasifikasikan sebagai “besar.” Namun, bagi sebagian negara Eropa, ladang seukuran Kontorovich masuk golongan sangat besar. Banyak yang memiliki total cadangan jauh lebih kecil daripada deposit tunggal ini.
Sebagai perbandingan ladang Wolin East yang baru ditemukan di Polandia – dianggap sebagai yang terbesar dalam sejarah Polandia dan penemuan terbesar di Eropa dalam dekade terakhir – hanya memiliki 22 juta ton cadangan yang dapat diperoleh – kurang dari setengah dari Kontorovich.
Pasalnya, Indonesia saat ini hanya memiliki cadangan operasional konsumsi nasional. Menurutnya pembangunan infrastuktur Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve atau SPR) tidak bisa ditunda karena memasuki fase darurat. Karena salah satu fungsi penting dari cadangan minyak strategis adalah menjaga stabilitas energi nasional.
Industri migas Rusia menyumbang sekitar 10% dari produksi minyak mentah global. Rusia saat ini mengoperasikan sekitar 3.500 lapangan migas, termasuk di Sakhalin, landas kontinen Arktik, dan di Siberia Timur. Baca Juga: Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang
Bulan lalu, perusahaan energi besar Rusia, Gazprom Neft, mengumumkan penemuan lapangan minyak baru di Semenanjung Yamal -cekungan Kontorovich- dengan perkiraan cadangan geologi sebesar 55 juta ton, yang merupakan penemuan paling besar di wilayah tersebut dalam tiga dekade terakhir.
Di Rusia, ladang migas dengan cadangan yang dapat diperoleh sebesar 30-300 juta ton diklasifikasikan sebagai “besar.” Namun, bagi sebagian negara Eropa, ladang seukuran Kontorovich masuk golongan sangat besar. Banyak yang memiliki total cadangan jauh lebih kecil daripada deposit tunggal ini.
Sebagai perbandingan ladang Wolin East yang baru ditemukan di Polandia – dianggap sebagai yang terbesar dalam sejarah Polandia dan penemuan terbesar di Eropa dalam dekade terakhir – hanya memiliki 22 juta ton cadangan yang dapat diperoleh – kurang dari setengah dari Kontorovich.
Cadangan Minyak Indonesia
Di sisi lain Indonesia belum membangun Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve atau SPR). Eddy Suprapto, sebagai Presidium Masyarakat Profesional untuk Demokrasi dalam opininya di SINDOnews.com sempat menuliskan bahwa lonceng darurat cadangan minyak strategis Indonesia telah bergema.Pasalnya, Indonesia saat ini hanya memiliki cadangan operasional konsumsi nasional. Menurutnya pembangunan infrastuktur Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve atau SPR) tidak bisa ditunda karena memasuki fase darurat. Karena salah satu fungsi penting dari cadangan minyak strategis adalah menjaga stabilitas energi nasional.
Lihat Juga :