Cadangan Minyak Rusia Cukup untuk Bertahan 60 Tahun, Stok BBM RI Hanya 26 Hari
Rabu, 11 Maret 2026 - 02:12 WIB
loading...
A
A
A
Kini ketika harga minyak mentah dunia melesat hingga USD100 per barel, maka Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena hantaman keras dari dampaknya. Seperti diketahui harga minyak mentah terus mendidih, seiring perang antara Amerika Serikat (AS) bersama dengan sekutunya Israel yang melawan Iran.
Sebagai respons terhadap serangan AS-Israel, pihak Iran menutup Selat Hormuz hingga memicu kekhawatiran krisis energi di sejumlah negara Asia yang bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan harga energi dan panic buying mulai terjadi di berbagai negara seiring terganggunya jalur distribusi minyak dan gas global.
Sementara itu Pemerintah berencana membangun gudang penyimpanan minyak (storage) baru berkapasitas besar guna mencapai ketahanan energi nasional setara standar internasional, yaitu selama tiga bulan. Langkah ini diambil karena cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini hanya bertahan dalam kisaran 25 hingga 26 hari.
Kondisi saat ini menjadi alarm sekaligus pijakan bagi pemerintah untuk segera berbenah. Pasalnya, standar internasional untuk ketahanan energi nasional rata-rata mencapai 90 hari atau tiga bulan. Untuk itu, pemerintah berupaya membangun storage baru yang kapasitasnya dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Sebagai respons terhadap serangan AS-Israel, pihak Iran menutup Selat Hormuz hingga memicu kekhawatiran krisis energi di sejumlah negara Asia yang bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan harga energi dan panic buying mulai terjadi di berbagai negara seiring terganggunya jalur distribusi minyak dan gas global.
Sementara itu Pemerintah berencana membangun gudang penyimpanan minyak (storage) baru berkapasitas besar guna mencapai ketahanan energi nasional setara standar internasional, yaitu selama tiga bulan. Langkah ini diambil karena cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini hanya bertahan dalam kisaran 25 hingga 26 hari.
Kondisi saat ini menjadi alarm sekaligus pijakan bagi pemerintah untuk segera berbenah. Pasalnya, standar internasional untuk ketahanan energi nasional rata-rata mencapai 90 hari atau tiga bulan. Untuk itu, pemerintah berupaya membangun storage baru yang kapasitasnya dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
(akr)
Lihat Juga :