Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun demi Transisi Energi, Dari Mana Duitnya?
Rabu, 11 Maret 2026 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mempercepat realisasi pendanaan tersebut, pemerintah juga telah membentuk unit khusus yang bertugas mengoordinasikan implementasi penyaluran dana bagi proyek transisi energi. Baca Juga: Gas Tetap Jadi Pilar Transisi Energi, Tantangan Pasokan dan Infrastruktur Masih Besar
“Sekarang sudah ada namanya JETP Delivery Unit, kita set up JETP Delivery Unit yang fokus nanti kepada implementasi untuk penyaluran funds dari yang 10 billion yang konsensional dan 10 billion yang terkait dengan yang komersil,” kata Farah.
Meski demikian, penyaluran dana tersebut masih perlu dipercepat. Hingga saat ini, realisasi penyaluran pendanaan diperkirakan baru mencapai sekitar 18% dari total komitmen yang ada.
“Kalau sampai hari ini itu kita sekurang lebih hampir 18 persen sudah tersalurkan. Jadi diharapkan sampai 2029-2030 ini sudah bisa diimplementasikan semua,” ujarnya.
Selain aspek pembiayaan, Farah menekankan bahwa transisi energi juga harus tetap memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi yang terjangkau. “Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat dapat energi yang affordable, accessible, dan accessibility,” tutupnya.
“Sekarang sudah ada namanya JETP Delivery Unit, kita set up JETP Delivery Unit yang fokus nanti kepada implementasi untuk penyaluran funds dari yang 10 billion yang konsensional dan 10 billion yang terkait dengan yang komersil,” kata Farah.
Meski demikian, penyaluran dana tersebut masih perlu dipercepat. Hingga saat ini, realisasi penyaluran pendanaan diperkirakan baru mencapai sekitar 18% dari total komitmen yang ada.
“Kalau sampai hari ini itu kita sekurang lebih hampir 18 persen sudah tersalurkan. Jadi diharapkan sampai 2029-2030 ini sudah bisa diimplementasikan semua,” ujarnya.
Selain aspek pembiayaan, Farah menekankan bahwa transisi energi juga harus tetap memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi yang terjangkau. “Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat dapat energi yang affordable, accessible, dan accessibility,” tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :