Resmi Akhiri Program IndoRisk, Pemerintah Perkuat Fiskal Hadapi Risiko Bencana
Jum'at, 13 Maret 2026 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun terakhir pelaksanaan, realisasi penyaluran anggaran menunjukkan capaian yang sangat baik. Kegiatan pra bencana mencapai 96,01 persen dari rencana anggaran, sedangkan program asuransi Barang Milik Negara sebagai bagian dari strategi transfer risiko mencapai 87,46 persen. Secara keseluruhan, tingkat realisasi penyaluran dana mencapai 94,66 persen, melampaui target minimal 80 persen yang ditetapkan dalam indikator kinerja.
Baca Juga: Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal
Pooling Fund Bencana dirancang sebagai instrumen utama dalam Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana Nasional untuk melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari tekanan fiskal akibat kejadian bencana. Ke depan, mekanisme ini diharapkan menjadi sumber pendanaan terintegrasi yang dapat diakses pemerintah pusat maupun daerah guna mempercepat pemulihan pasca bencana secara lebih merata dan efektif.
“Atas nama World Bank saya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan dan dukungan seluruh pihak dalam penanggulangan kebencanaan di Indonesia. Pada kesempatan ini, mari kita merefleksikan kembali kesiapan Indonesia pada mitigasi dan risiko bencana,” pungkas Lead Financial Sector Economist World Bank, Julian Casal.
Penutupan IndoRISK menjadi momentum penyampaian laporan akhir pelaksanaan sekaligus bentuk apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Melalui berbagai capaian yang telah diraih, IndoRISK diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pembiayaan risiko bencana nasional serta mendorong terciptanya tata kelola penanggulangan bencana yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal
Pooling Fund Bencana dirancang sebagai instrumen utama dalam Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana Nasional untuk melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari tekanan fiskal akibat kejadian bencana. Ke depan, mekanisme ini diharapkan menjadi sumber pendanaan terintegrasi yang dapat diakses pemerintah pusat maupun daerah guna mempercepat pemulihan pasca bencana secara lebih merata dan efektif.
“Atas nama World Bank saya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan dan dukungan seluruh pihak dalam penanggulangan kebencanaan di Indonesia. Pada kesempatan ini, mari kita merefleksikan kembali kesiapan Indonesia pada mitigasi dan risiko bencana,” pungkas Lead Financial Sector Economist World Bank, Julian Casal.
Penutupan IndoRISK menjadi momentum penyampaian laporan akhir pelaksanaan sekaligus bentuk apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Melalui berbagai capaian yang telah diraih, IndoRISK diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pembiayaan risiko bencana nasional serta mendorong terciptanya tata kelola penanggulangan bencana yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :