Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Mendidih, Kadin Peringatkan Semua Mesti Waspada
Jum'at, 13 Maret 2026 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
"Sudah pasti kita mesti antisipasi dari kenaikan harga minyak, yang pasti dampaknya berhubungan juga dengan ruang daripada fiskal itu sendiri atau defisit APBN. Lalu juga dengan nilai tukar rupiah, suku bunga, inflasi, rantai pasok dan lain-lain. Ini semua benar-benar kita mesti hitung baik-baik," ungkapnya.
Terlepas dari itu, Anin memberikan cara dalam menyiasati iklim bisnis yang tak menentu seperti saat ini. Ia menilai, semua pelaku usaha perlu melakukan efisiensi. Pasalnya, kata dia, akan ada biaya lain yang tidak bisa dikendalikan.
Baca Juga: Perang AS-Iran Makin Memanas, Ketua Kadin Peringatkan 3 Risiko Global Ini Perlu Diwaspadai
"Kita juga mesti berpikir bagaimana bekerja sama dengan pemerintah untuk memikirkan program-program prioritas mana yang kita mau dorong supaya efek putarnya itu cepat," ucap Anin.
Selain itu ia menilai, para pelaku usaha bisa berinvestasi di dalam negeri. "Karena merekalah yang sudah melalui siklus berkali-kali dan berani untuk investasi jangka panjang," ucapnya.
"Jadi kalau dilihat sektor mana, ya semua sektor mesti waspada, dan kita tidak menganggap enteng sama sekali. Bahkan kita lihat juga ada beberapa perusahaan yang sudah force majeur. Tapi juga kita tidak boleh panik," imbuh Anin.
Terlepas dari itu, Anin memberikan cara dalam menyiasati iklim bisnis yang tak menentu seperti saat ini. Ia menilai, semua pelaku usaha perlu melakukan efisiensi. Pasalnya, kata dia, akan ada biaya lain yang tidak bisa dikendalikan.
Baca Juga: Perang AS-Iran Makin Memanas, Ketua Kadin Peringatkan 3 Risiko Global Ini Perlu Diwaspadai
"Kita juga mesti berpikir bagaimana bekerja sama dengan pemerintah untuk memikirkan program-program prioritas mana yang kita mau dorong supaya efek putarnya itu cepat," ucap Anin.
Selain itu ia menilai, para pelaku usaha bisa berinvestasi di dalam negeri. "Karena merekalah yang sudah melalui siklus berkali-kali dan berani untuk investasi jangka panjang," ucapnya.
"Jadi kalau dilihat sektor mana, ya semua sektor mesti waspada, dan kita tidak menganggap enteng sama sekali. Bahkan kita lihat juga ada beberapa perusahaan yang sudah force majeur. Tapi juga kita tidak boleh panik," imbuh Anin.
(akr)
Lihat Juga :