Rupiah Diramal Tembus Rp20.000 per Dolar AS, Ekonom Wanti-wanti Krisis
Senin, 23 Maret 2026 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
Faktor eksternal seperti potensi konflik di Iran disebut dapat mempercepat tekanan terhadap rupiah melalui kenaikan harga minyak, gangguan rantai pasok global, serta perpindahan modal dari emerging market ke aset safe haven.
Berdasarkan data historis, Anthony memperkirakan pelemahan 15 hingga 20% dari posisi rupiah sekitar Rp17.000 saat ini dapat membawa kurs menuju Rp20.400 per dolar AS dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan.
“Angka ini bukan asumsi spekulatif, tetapi berbasis pola historis yang pernah terjadi berulang,” ujarnya.
Ia mengingatkan pengalaman krisis moneter 1997 menunjukkan bahwa pelemahan rupiah 25 hingga 30% dalam waktu singkat dapat memicu krisis valuta yang lebih luas apabila respons kebijakan terlambat.
"Sejarah menunjukkan, kejatuhan rupiah sebesar 25-30 persen pada triwulan ketiga 1997 membuat pemerintah meminta bantuan likuiditas kepada IMF. Ketika respons datang terlambat, krisis valuta sudah membesar. Rupiah tergelincir seperti bola salju yang tidak terkendali," jelasnya.
Berdasarkan data historis, Anthony memperkirakan pelemahan 15 hingga 20% dari posisi rupiah sekitar Rp17.000 saat ini dapat membawa kurs menuju Rp20.400 per dolar AS dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan.
“Angka ini bukan asumsi spekulatif, tetapi berbasis pola historis yang pernah terjadi berulang,” ujarnya.
Ia mengingatkan pengalaman krisis moneter 1997 menunjukkan bahwa pelemahan rupiah 25 hingga 30% dalam waktu singkat dapat memicu krisis valuta yang lebih luas apabila respons kebijakan terlambat.
"Sejarah menunjukkan, kejatuhan rupiah sebesar 25-30 persen pada triwulan ketiga 1997 membuat pemerintah meminta bantuan likuiditas kepada IMF. Ketika respons datang terlambat, krisis valuta sudah membesar. Rupiah tergelincir seperti bola salju yang tidak terkendali," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :