Berbasis Data Historis, Konflik AS-Iran Bakal Percepat Pelemahan Rupiah ke Rp20.400/USD
Selasa, 24 Maret 2026 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam kondisi geopolitik yang lebih ekstrem, depresiasi rupiah bahkan dapat melampaui 20 persen. Skenario tersebut dapat terjadi dalam waktu relatif singkat, tiga hingga enam bulan ke depan,” ucapnya.
Ia juga menilai fundamental ekonomi nasional saat ini masih rentan menghadapi gejolak eksternal, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun stabilitas nilai tukar. Baca Juga: Rupiah Diguncang Perang AS-Iran, Hari Ini Rp16.893 per Dolar AS
“Fundamental ekonomi, baik fiskal, moneter, dan nilai tukar, sebenarnya sangat lemah, kalau tidak mau disebut rapuh. Ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap guncangan eksternal, terutama geopolitik,” jelasnya.
Perang Iran dinilai berpotensi mempercepat tekanan terhadap perekonomian Indonesia melalui berbagai jalur eksternal, mulai dari kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok global, hingga pelemahan nilai tukar rupiah. Ia mengatakan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat menjadi katalis yang memperburuk tekanan ekonomi yang saat ini sudah dihadapi Indonesia.
"Konflik Iran bisa menjadi katalis yang berpotensi mempercepat tekanan yang sudah ada. Kenaikan harga minyak, gangguan rantai pasok global, dan pergeseran arus modal dari emerging market ke aset safe haven akan menciptakan tekanan simultan terhadap neraca eksternal Indonesia," terangnya.
Ia juga menilai fundamental ekonomi nasional saat ini masih rentan menghadapi gejolak eksternal, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun stabilitas nilai tukar. Baca Juga: Rupiah Diguncang Perang AS-Iran, Hari Ini Rp16.893 per Dolar AS
“Fundamental ekonomi, baik fiskal, moneter, dan nilai tukar, sebenarnya sangat lemah, kalau tidak mau disebut rapuh. Ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap guncangan eksternal, terutama geopolitik,” jelasnya.
Perang Iran dinilai berpotensi mempercepat tekanan terhadap perekonomian Indonesia melalui berbagai jalur eksternal, mulai dari kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok global, hingga pelemahan nilai tukar rupiah. Ia mengatakan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat menjadi katalis yang memperburuk tekanan ekonomi yang saat ini sudah dihadapi Indonesia.
"Konflik Iran bisa menjadi katalis yang berpotensi mempercepat tekanan yang sudah ada. Kenaikan harga minyak, gangguan rantai pasok global, dan pergeseran arus modal dari emerging market ke aset safe haven akan menciptakan tekanan simultan terhadap neraca eksternal Indonesia," terangnya.
(akr)
Lihat Juga :