Blokade Selat Hormuz Sandera Pasokan Energi Global, Negara-negara Asia Kembali ke Batu Bara
Rabu, 25 Maret 2026 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Data pasar menunjukkan harga batu bara acuan Asia, yakni Newcastle coal dari Australia, telah naik sekitar 13 persen sejak konflik dimulai. Kenaikan harga ini memperberat beban negara-negara Asia Tenggara yang merupakan konsumen batu bara terbesar ketiga di dunia.
Filipina bahkan telah menetapkan status darurat energi nasional sebagai respons terhadap potensi krisis pasokan. Sementara Vietnam menghadapi volatilitas pasokan akibat ketergantungan pada impor, termasuk dari Indonesia yang kini tidak pasti.
Selain risiko ekonomi, peningkatan penggunaan batu bara juga berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Pembakaran batu bara menghasilkan partikel halus yang dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah, meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke, kanker paru, dan gangguan pernapasan kronis.
Kondisi ini telah dirasakan di sejumlah negara Asia, termasuk India dan Vietnam yang mencatat tingkat polusi udara jauh di atas ambang batas aman. Seorang pemilik toko di Hanoi, Lan Nguyen, mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan dari penggunaan batu bara, terutama bagi anaknya yang menderita asma. “Saya khawatir paru-paru anak saya setiap hari,” ujarnya.
Para ahli menilai krisis ini menjadi peringatan bagi negara-negara Asia untuk mempercepat diversifikasi energi dan memperkuat investasi pada energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di masa depan.
Filipina bahkan telah menetapkan status darurat energi nasional sebagai respons terhadap potensi krisis pasokan. Sementara Vietnam menghadapi volatilitas pasokan akibat ketergantungan pada impor, termasuk dari Indonesia yang kini tidak pasti.
Selain risiko ekonomi, peningkatan penggunaan batu bara juga berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Pembakaran batu bara menghasilkan partikel halus yang dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah, meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke, kanker paru, dan gangguan pernapasan kronis.
Kondisi ini telah dirasakan di sejumlah negara Asia, termasuk India dan Vietnam yang mencatat tingkat polusi udara jauh di atas ambang batas aman. Seorang pemilik toko di Hanoi, Lan Nguyen, mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan dari penggunaan batu bara, terutama bagi anaknya yang menderita asma. “Saya khawatir paru-paru anak saya setiap hari,” ujarnya.
Para ahli menilai krisis ini menjadi peringatan bagi negara-negara Asia untuk mempercepat diversifikasi energi dan memperkuat investasi pada energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di masa depan.
(nng)
Lihat Juga :