Dari Transformasi ke Inovasi: Warisan Ignasius Jonan untuk Anabatic Technologies
Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Pengunduran diri ini akan berlaku efektif setelah masa transisi yang berlangsung hingga pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
“Anabatic Technologies menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas kontribusi dan kepemimpinan Bapak Ignasius Jonan selama kurang lebih lima tahun terakhir. Kami berterima kasih atas bimbingan dan kontribusi terbaik yang telah beliau selama masa kepemimpinannya,” ujar Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Harry Surjanto Hambali.
Selain menyetujui pengunduran diri Ignasius Jonan, RUPSLB juga membahas langkah strategis perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional dan memperkuat kondisi keuangan. Perusahaan sebelumnya telah menerbitkan obligasi yang memiliki opsi penyelesaian secara tunai maupun melalui konversi menjadi saham. Saldo obligasi yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2026 tercatat sekitar Rp559,99 miliar.
Pada 29 Januari 2026, Anabatic Technologies telah menerima konfirmasi dari TIS Inc selaku pemegang obligasi dengan saldo tersebut bahwa mereka memilih penyelesaian melalui pembayaran secara tunai.
Baca Juga: Riwayat Pendidikan Ignasius Jonan, Reformator KAI yang Tegas Tolak Kereta Cepat Whoosh
Posisi kas perusahaan per September 2025 tercatat sekitar Rp445,29 miliar. Sebab itu, guna memastikan ketersediaan dana operasional sekaligus menjaga stabilitas keuangan, manajemen melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue kepada para pemegang saham.
“Anabatic Technologies menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas kontribusi dan kepemimpinan Bapak Ignasius Jonan selama kurang lebih lima tahun terakhir. Kami berterima kasih atas bimbingan dan kontribusi terbaik yang telah beliau selama masa kepemimpinannya,” ujar Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Harry Surjanto Hambali.
Selain menyetujui pengunduran diri Ignasius Jonan, RUPSLB juga membahas langkah strategis perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional dan memperkuat kondisi keuangan. Perusahaan sebelumnya telah menerbitkan obligasi yang memiliki opsi penyelesaian secara tunai maupun melalui konversi menjadi saham. Saldo obligasi yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2026 tercatat sekitar Rp559,99 miliar.
Pada 29 Januari 2026, Anabatic Technologies telah menerima konfirmasi dari TIS Inc selaku pemegang obligasi dengan saldo tersebut bahwa mereka memilih penyelesaian melalui pembayaran secara tunai.
Baca Juga: Riwayat Pendidikan Ignasius Jonan, Reformator KAI yang Tegas Tolak Kereta Cepat Whoosh
Posisi kas perusahaan per September 2025 tercatat sekitar Rp445,29 miliar. Sebab itu, guna memastikan ketersediaan dana operasional sekaligus menjaga stabilitas keuangan, manajemen melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue kepada para pemegang saham.
Lihat Juga :